Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi korban kebakaran Desa Adat Sade Rembitan, Lombok Tengah, Kamis (27/8/2026).
Warga memanfaatkan momen itu untuk curhat menyampaikan keinginan mengenai pemulihan.
Sa'nah Ardinata menyampaikan sejak insiden kebakaran yang meluluhlantakan bangunan yang diwariskan secara turun temurun itu, dia kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian karena alat tenun ikut hangus.
"Ini warisan turun temurun kami dari orang tua kami, kakek-nenek kami, kami kehilangan semuanya dalam satu malam. Kami ingin membangun ulang semuanya," kata Sa'nah di hadapan menteri, Kamis (27/8/2026).
Masyarakat sepakat ingin membangun ulang warisan yang kini hanya tersisa abu tersebut dengan sebutan "Sade Reborn".
Baca juga: Warga Sade Mulai Dirikan Tenda di Atas Puing Rumah Pascakebakaran
Bahkan warga sudah mencari bahan-bahan untuk mendirikan rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal dan sumber ekonomi.
"Kami sudah satu suara bahwa Sade ini akan Reborn, artinya kami sadar selama 25 tahun ini Sade ini semrawut, terlalu komersil dan sebagainya," kata Sa'nah.
Sa'nah bersama puluhan kepala keluarga di Desa Adat Sade sudah menyiapkan bahan-bahan untuk membangun ulang rumah dan harus berpacu dengan waktu sebelum musim hujan tiba.
Pembangunan ulang kampung adat ini tanpa menggunakan semen, tanpa ada listrik dan alat masak modern.
Semuanya akan mengedepankan cara-cara tradisional seperti tahun 90-an.
Sementara itu Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pembangunan Desa Adat Sade harus memperhatikan standar keselamatan, seperti penambahan alat pemadam kebakaran, jaringan listrik yang lebih tertata dan sebagainya.
"Kami ingin planingnya ada pemadam kebakaran agar tidak terjadi lagi, jaringan listrik nanti lewat bawah tanah saja lebih aman," kata Widiyati.
Widiyati mengenang setiap sudut kampung adat setelah tiga kali berkunjung.
(*)