TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar konser amal bertajuk “Pray for NTT” di Alun-Alun Klaten, Rabu (26/8/2026) malam.
Selain menjadi rangkaian Hari Jadi ke-222 Klaten dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, konser tersebut menjadi ajang penggalangan kepedulian bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ribuan penonton memadati kawasan Alun-Alun Klaten sejak malam hari.
Mereka datang untuk menikmati penampilan sejumlah musisi sekaligus ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Klaten.
Suasana semakin meriah ketika penampilan dua band lokal Klaten, Kondang Winangun dan Wani Muni, membuka rangkaian pertunjukan pada pukul 19.30 WIB.
Dentuman musik berpadu dengan sorakan penonton yang memenuhi area konser.
Sejumlah penonton tampak mengangkat tangan, bernyanyi bersama, serta mengabadikan penampilan para musisi menggunakan telepon seluler.
Antusiasme semakin meningkat saat NDX AKA tampil sebagai bintang utama.
Grup musik hip-hop dangdut asal Bantul tersebut membuka penampilannya dengan lagu Ditinggal Rabi yang langsung disambut riuh penonton.
Sejumlah lagu populer lainnya dinyanyikan secara bergilir.
Penonton terlihat ikut melompat, bernyanyi, dan mengangkat tangan mengikuti irama musik.
Pada salah satu penampilannya, NDX AKA juga mengajak Bupati Klaten bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bernyanyi bersama saat membawakan lagu Nemen.
Baca juga: Dukung Program Swasembada Gula, Lahan Bera di Depok Bantul Disulap Jadi Kebun Tebu
Di tengah kemeriahan konser, pesan kemanusiaan tetap menjadi bagian utama kegiatan.
Panitia membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu warga terdampak gempa di NTT.
Donasi dapat diberikan melalui rekening Bank Jateng 3009381561 atas nama KORPRI KLATEN PEDULI BENCANA. Informasi rekening dan barcode donasi ditampilkan melalui videotron di area panggung.
Selain melalui kanal digital, sejumlah sukarelawan juga berkeliling membawa kotak donasi.
Cara tersebut disiapkan untuk memudahkan penonton yang ingin memberikan bantuan secara langsung menggunakan uang tunai.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Tri Indarti, selaku penanggung jawab utama konser mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dikemas tidak sekadar sebagai hiburan.
“Konser ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten. Pada prinsipnya, ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial dan hiburan saja, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan semangat gotong-royong ketika saudara-saudara kita di NTT terdampak bencana gempa,” ujarnya.
Menurut Tri, kondisi masyarakat NTT setelah gempa menjadi alasan Pemkab Klaten mengajak masyarakat ikut memberikan bantuan.
“Tentu kepedulian kemanusian menjadi alasan kita untuk ikut berkontribusi. Karena itu, momentum konser ini kita manfaatkan untuk mengajak masyarakat Klaten berbagi dan menunjukan bahwa semangat kebersamaan masyarakat Klaten tidak hanya untuk Klaten tapi juga untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Hingga Rabu (26/8/2026), tercatat 7.492 gempa susulan setelah gempa utama tersebut.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (25/8/2026), bencana tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia dan 1.666 orang mengalami luka-luka.
Tri menambahkan, penggalangan dana dilakukan secara sukarela dengan menyediakan sejumlah mekanisme yang dapat diakses masyarakat.
“Penggalangan dana dilakukan secara sukarela, panitia menyediakan mekanisme donasi yang mudah dan transparan, baik melalui donasi langsung maupun kanal digital yang mudah diakses. Setiap dana yang masuk akan dihimpun, dicatat dan dilakukan rekapitulasi secara transparan. Setelah itu penyaluran dilakukan melalui mekanisme yang resmi agar tepat sasaran,” paparnya.
Pemkab Klaten tidak menetapkan batas nominal dalam penggalangan dana tersebut. Besaran bantuan sepenuhnya diserahkan kepada kemampuan dan keikhlasan masyarakat.
“Untuk target dana yang dihimpun tidak dibatasi, prinsipnya (menghimpun) sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan dan keikhlasan masyarakat. Diharapkan partisipasi dari berbagai pihak dengan menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu korban gempa NTT,” terangnya.
Selain menggalang dana, kehadiran NDX AKA dan musisi lainnya juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“(Pemkab Klaten) ingin menyampaikan pesan, bahwa musik, kreativitas dan kegembiraan anak muda bisa juga menjadi sarana untuk berbuat baik dan membantu sesama. Generasi muda kita harapkan tidak hanya menjadi penikmat hiburan tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati dan semangat gotong-royong,” pungkasnya. (*)