Gunung Rinjani Berstatus Waspada, TNGR Ungkap Aktivitas Pendakian Aman
Wahyu Widiyantoro August 27, 2026 04:22 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Aktivitas Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB) berada pada Level II atau Waspada. 

Meski demikian, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan aktivitas pendakian tetap berjalan aman selama wisatawan mengikuti ketentuan dan rekomendasi keselamatan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Rinjani bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Menurut Astekita, laporan evaluasi PVMBG menunjukkan aktivitas vulkanik masih berpusat di sekitar Kawah Barujari. 

Aktivitas tersebut belum mencapai jalur pendakian maupun lokasi perkemahan yang biasa digunakan pendaki.

Baca juga: Panduan Mencegah Kebakaran di Jalur Pendakian Rinjani Selama Musim Kemarau

"Sesuai laporan dua mingguan PVMBG, aktivitas vulkanik yang terpantau masih berada di sekitar kawah Gunung Barujari. Jaraknya tidak mencapai lokasi perkemahan maupun jalur pendakian," katanya pada, Kamis (27/8/2026). 

Berdasarkan evaluasi PVMBG periode 1-15 Agustus 2026, pengamatan visual menunjukkan Gunung Rinjani terlihat jelas hingga tertutup kabut. 

Petugas juga tidak mengamati asap kawah selama periode tersebut.

Sementara itu, pemantauan instrumental masih mencatat aktivitas kegempaan di Gunung Rinjani. 

PVMBG merekam sembilan Gempa Hembusan, dua Gempa Harmonik, 50 Gempa Tremor Non-Harmonik, enam Gempa Low-Frequency, satu Gempa Hybrid, satu Gempa Vulkanik Dangkal, 27 Gempa Vulkanik Dalam, 52 Gempa Tektonik Lokal, serta 117 Gempa Tektonik Jauh.

PVMBG menyebut, Gempa Low-Frequency menunjukkan aktivitas aliran fluida magmatik dangkal masih berlangsung. 

Gempa vulkanik mengindikasikan proses peretakan batuan di dalam tubuh gunung akibat tekanan fluida magmatik dari kedalaman.

Selain itu, aktivitas Gempa Tektonik masih cukup intensif. 

Kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas pergerakan kerak bumi di sekitar Gunung Rinjani yang dapat memengaruhi keseimbangan tekanan fluida magmatik.

Meski aktivitas gunung masih berfluktuasi, PVMBG mencatat Gempa Vulkanik mengalami penurunan. 

Sebaliknya, Gempa Tremor Non-Harmonik meningkat, salah satunya berkaitan dengan gempa terasa berskala MMI 7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.

PVMBG tetap menetapkan status Gunung Rinjani pada Level II atau Waspada. 

Pada kondisi tersebut, potensi bahaya utama mencakup lontaran material pijar, batu atau kerikil, pasir, hingga hujan abu lebat di sekitar danau.

Hujan abu dengan intensitas lebih tipis juga berpotensi menyebar ke wilayah yang lebih luas. 

Arah dan kecepatan angin menjadi faktor yang menentukan sebaran abu tersebut.

Karena itu, PVMBG melarang masyarakat, wisatawan, dan pendaki mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utama Gunung Rinjani.

Astekita mengatakan, TNGR terus berkoordinasi dengan PVMBG jika terjadi perubahan aktivitas maupun status Gunung Rinjani.

"Kami selalu berkoordinasi dengan PVMBG apabila ada perubahan status ataupun ada aktivitas dari Gunung Rinjani. Sampai saat ini, aktivitas pendakian masih aman di setiap jalur maupun di setiap tempat kemah," tegasnya.

Pihaknya juga meminta pendaki mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan taman nasional. 

Pendaki tidak boleh mendekati kawasan kawah aktif Gunung Barujari dan harus mengikuti seluruh rekomendasi resmi dari Badan Geologi melalui PVMBG.

Saat ini, jalur pendakian Gunung Rinjani melalui Sembalun, Senaru, dan Timbanuh masih dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku. 

"Kami terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas pendakian dan perkembangan Gunung Rinjani," tutupnya.

PVMBG akan mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Rinjani secara berkala atau sewaktu-waktu jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. 

Status Level II dan rekomendasi keselamatan tersebut tetap berlaku hingga PVMBG menerbitkan laporan evaluasi berikutnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.