Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Meta pada Rabu (26/8) menyatakan akan memperketat pembatasan akses Facebook dan Instagram bagi remaja sebagai bagian dari penyelesaian gugatan yang diajukan oleh hampir semua negara bagian di Amerika Serikat terkait dengan dampak penggunaan platform media sosialnya.
Menurut siaran MacRumors pada Rabu (26/8), Meta antara lain akan membatasi akses anak berusia di bawah 18 tahun ke platform Facebook dan Instagram selama total dua jam setiap hari. Batas waktu itu mencakup penggunaan kedua aplikasi.
Perusahaan juga akan menghadirkan Mode Malam, yang membuat pengguna tidak bisa mengunggah atau melihat konten dari tengah malam hingga pukul 06.00, serta Mode Sekolah, yang menonaktifkan notifikasi dari pukul 08.00 sampai 15.00.
Selain itu, Meta akan mengatur agar aplikasi mengirimkan notifikasi kepada pengguna berusia remaja setiap kali layar digunakan secara terus-menerus selama 15 menit. Pengingat akan dikirim pula saat durasi penggunaan harian mencapai 60 menit dan 90 menit.
Meta akan memungkinkan remaja memilih tampilan umpan non-algoritmik yang tidak menyertakan personalisasi melalui sistem rekomendasi Instagram dan Facebook. Orang tua dapat mewajibkan penggunaan pengaturan tersebut.
Remaja yang menggunakan Facebook dan Instagram nantinya tidak akan dapat melihat jumlah "suka" dan reaksi pada sebuah unggahan serta mengakses filter yang menyerupai efek operasi plastik atau riasan wajah ekstrem.
Dalam hal verifikasi usia, Meta berencana meningkatkan perangkat yang digunakan untuk mendeteksi akun milik pengguna berusia di bawah 13 tahun serta akun yang digunakan oleh remaja berusia 13 hingga 17 tahun guna memastikan akun-akun tersebut mendapatkan "pengalaman yang dirancang khusus untuk remaja."
Fitur kontrol orang tua di Facebook dan Instagram akan ditingkatkan dengan menambahkan fitur yang bisa memberi tahu orang tua kalau anak remaja mereka menautkan akun kedua atau berinteraksi dengan akun mencurigakan.
Orang tua juga akan menerima laporan berkala mengenai pola penggunaan media sosial anak remaja mereka.
Di samping berencana memperketat pembatasan akses media sosial bagi remaja, Meta akan membayar sekitar 18 miliar dolar AS (sekitar Rp319 triliun) ke negara-negara bagian di Amerika Serikat guna mendanai inisiatif keselamatan remaja di dunia maya.
Pembayaran tersebut akan dicicil selama 10 tahun, dan Meta akan menahan dana 5,3 miliar dolar AS kecuali jika TikTok dan YouTube menerapkan langkah-langkah serupa.
Meta telah menyampaikan surat terbuka untuk mendesak TikTok dan YouTube menerapkan langkah-langkah yang sama.
Jika TikTok dan YouTube menjalankan langkah serupa, Meta menyatakan akan memperketat batas penggunaan harian dari total dua jam untuk kedua aplikasi menjadi satu jam untuk masing-masing aplikasi serta memperpanjang durasi Mode Malam jadi dari pukul 22.00 hingga 07.00.
Meta ingin YouTube dan TikTok menerapkan batas penggunaan aplikasi harian satu jam, mode malam, dan langkah-langkah verifikasi usia serta membayar masing-masing 5,3 miliar dolar AS untuk mengimbangi dana 5,3 miliar dolar AS yang ditahan oleh Meta.





