Naskah Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Introspeksi sebagai Kunci Perbaikan Diri
ferri amiril August 27, 2026 04:35 PM

TRIBUNPRIANGAN.COM – Introspeksi diri, atau disebut muhasabah, adalah proses merenungkan dan mengevaluasi amal perbuatan, niat, serta sikap kita sebagai kunci utama untuk memperbaiki diri dalam Islam.

Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah mereka perbuat untuk hari esok (akhirat) dalam Surat Al-Hasyr ayat 18.

Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang yang cerdas dan sukses adalah yang mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.

Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 28 Agustus 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada esok hari, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 28 Agustus 2026 yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "Introspeksi sebagai Kunci Perbaikan Diri".

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: 6 Tanda Taubat Pendosa Diterima

Khutbah 1

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِهَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. اما بعـد.  يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Siapkan Amal Saleh Sebelum Kematian Datang

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah

Sebagai manusia yang hidup dalam ruang lingkup sosial, orang sering membandingkan dirinya dengan orang lain dalam pencapaian karir, rezeki, dan segala fasilitas kehidupan. Orang juga kadang melakukan evaluasi terhadap capaian pribadi dengan rencana target yang sudah disusun beberapa waktu lalu. Evaluasi diri menjadi bagian penting dalam perbaikan kehidupan manusia, baik dalam aspek kehidupan dunia, apalagi kehidupan akhirat.  

Imam Al-Mawardi dalam kitab Adabud Dunya wad Din menjelaskan definisi introspeksi diri sebagai berikut:  

أَنْ يَتَصَفَّحَ فِي لَيْلِهِ مَا صَدَرَ مِنْ أَفْعَالِ نَهَارِهِ، فَإِنَّ اللَّيْلَ أَخْطَرُ لِلْخَاطِرِ وَأَجْمَعُ لِلْفِكْرِ. فَإِنْ كَانَ مَحْمُودًا أَمْضَاهُ وَأَتْبَعَهُ بِمَا شَاكَلَهُ وَضَاهَاهُ، وَإِنْ كَانَ مَذْمُومًا اسْتَدْرَكَهُ إنْ أَمْكَنَ وَانْتَهَى عَنْ مِثْلِهِ فِي الْمُسْتَقْبَلِ   

Artinya, “Seseorang memikirkan kembali pada malam hari seluruh perbuatannya di siang hari karena waktu malam adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan perenungan dan berpikir. Jika perbuatannya sudah baik, maka tugasnya adalah mempertahankan dan melanjutkan kebaikan tersebut, bahkan meningkatkan yang lebih baik lagi. Jika perbuatannya buruk, maka tugasnya adalah berupaya keras untuk menghindarinya dan tidak mengulanginya di kemudian hari.”   

Terkadang, orang lebih sibuk menilai dan mengevaluasi kehidupan orang lain daripada mengevaluasi diri sendiri. Hal ini merupakan kesalahan yang dapat mengakibatkan kerugian diri sendiri. Ia akan terperangkap pada kegagalan menemukan kekurangan diri sendiri karena menganggap dirinya sudah baik dan sempurna.   

Menurut Imam Maimun bin Mihran, introspeksi diri merupakan salah satu indikator ketakwaan seseorang. Ia berkata sebagaimana dikutip Imam Ibnu Abi Syaiybah dalam kitab Al-Mushannaf:

لَا يَكُونُ الرَّجُلُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ أَشَدَّ مِنْ مُحَاسَبَةِ الرَّجُلِ شَرِيكَهُ، حَتَّى يَنْظُرَ مِنْ أَيْنَ مَطْعَمُهُ، وَمَشْرَبُهُ، وَمَكْسَبُهُ   

Artinya, “Seseorang tidak akan menjadi hamba yang bertakwa sampai ia mampu melakukan menilai diri sendiri lebih baik dari pada ia menilai orang lain, bahkan sampai ia mampu mengevaluasi dari mana makanannya, minumannya, dan penghasilannya.”   

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Menyiapkan Amal Saleh Sebelum Datangnya Kematian

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah

Introspeksi diri tidak cukup dilakukan sekali seumur hidup atau sekali setahun. Introspeksi diri harus dilakukan secara konsisten untuk melakukan perencanaan yang baik di hari esok.   

Imam Ibnu Mubarak mengutip perkataan Imam Wahab ibnu Munabbih sebagai berikut:  

 حَقٌّ عَلَى الْعَاقِلِ أَنْ لَا يَغْفَلَ عَنْ أَرْبَعِ سَاعَاتٍ: سَاعَةٍ يُنَاجِي فِيهَا رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، وَسَاعَةٍ يُحَاسِبُ فِيهَا نَفْسَهُ، وَسَاعَةٍ يُفْضِي فِيهَا إِلَى إِخْوَانِهِ الَّذِينَ يُخْبِرُونَهُ بِعُيُوبِهِ، وَيَصْدُقُونَهُ عَنْ نَفْسِهِ، وَسَاعَةٍ يُخَلِّي بَيْنَ نَفْسِهِ وَبَيْنَ لَذَّاتِهَا فِيمَا يَحِلُّ وَيَجْمُلُ   

Artinya, "Orang yang pandai seharusnya tidak melewatkan empat waktu berharga. Pertama, waktu ia bermunajat/berbincang kepada Allah. Kedua, waktu ia introspeksi diri. Ketiga, waktu ia menemui kawan-kawan yang menyampaikan kekurangannya dan meluruskannya. Keempat, waktu ia menjaga dirinya dari segala kesenangan dunia yang halal dan baik."   

Jika seseorang melalukan introspeksi diri setiap malam, maka ia akan meraih keberhasilan di keesokan harinya. Introspeksi diri harus diimbangi dengan perbaikan diri karena tanpa upaya untuk melakukan perbaikan diri, maka keberhasilan tidak akan didapatkan. Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dalam kitab As-Sunan sebagai berikut:  

 الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَه هَواهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ   

Artinya: "Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengevaluasi diri dan melakukan sesuatu untuk hari esok (setelah kematian), sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang selalu mengikuti keinginannya semata, seraya berharap kemurahan hati Allah." (HR At-Tirmidzi).

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Meneladan Nabi dalam Membangun Keluarga Ideal dan Harmonis

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah

Karena itu, orang perlu menyendiri dengan diri sendiri sekaligus berkata kepada dirinya: "Wahai diri, semua orang yang mencari kesenangan dunia, kemudian ia mendapatkannya, pada akhirnya ia mati."   

Lihatlah mereka yang telah membangun kehidupan dunianya, sampai akhirnya meninggalkan apa yang mereka raih di dunia ini. Mereka tidak sempat memakan apa yang mereka kumpulkan di dunia. Mereka tidak sempat memakai apa yang mereka dapatkan di dunia. Mereka tidak bisa menempati apa yang mereka bangun di dunia. Mereka semua berlomba membangun istana menjulang tinggi ke langit, tetapi mereka hanya bisa berbaring di bawah tanah.   

Semoga kita dapat melakukan evaluasi diri secara konsisten untuk terus melakukan perbaikan diri. Jika ada kesalahan yang kita lakukan, maka kita dapat menghindarinya dan mengubahnya dengan kebaikan di kemudian hari.   

Jika ada kebaikan yang kita lakukan, maka kita dapat pertahankan dan tingkatkan. Semua itu terus kita lakukan untuk menjadikan diri kita setiap hari lebih baik dari hari sebelumnya.

Amin, ya Rabbal ‘Alamin.  

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: 6 Tanda Diterimanya Taubat Seorang Pendosa

Khutbah 2

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.