Laporan Wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Harga komoditas kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dilaporkan bertahan stabil di kisaran Rp 85.000 per kilogram, Kamis (27/8/2026).
Sebelumnya harga kakao kering sempat menyentuh angka Rp 90.000 per kilogram beberapa waktu lalu.
Tauke kakao di Aceh Tenggara, Sabri, membenarkan bahwa harga beli biji kakao kering dari petani saat ini berada di level Rp 85.000 per kilogram.
Menurutnya, sebagian besar biji kakao yang dijual warga diolah secara sederhana tanpa melalui proses fermentasi terlebih dahulu.
“Petani umumnya memilih metode pengeringan cepat dengan menjemur kakao selama dua hingga tiga hari di bawah terik matahari, biasanya memanfaatkan halaman rumah atau tepi jalan raya,” ujar Sabri.
Ia menambahkan bahwa biji kakao kering hasil fermentasi sangat jarang ditemukan di pasaran.
Hal ini terjadi karena para petani membutuhkan perputaran uang yang cepat untuk memenuhi kebutuhan harian, sehingga memilih cara pengolahan yang lebih praktis.
Stabilitas harga saat ini disambut baik oleh para petani setempat, meski harapan kenaikan harga yang lebih tinggi tetap ada.
“Alhamdulillah, harga kakao kering saat ini tidak turun alias stabil.
Kami berharap harganya bisa terus bergerak naik, bahkan kalau bisa mencapai level tertinggi hingga Rp 170.000 per kilogram,” ungkap Muslim dan Hanif, petani kakao dari Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara. (*)
Baca juga: Aksi Heroik Ketua DPRK Aceh Tenggara Kejar Rapat Rela Naik Motor dan Pikap Usai Terjebak Macet Parah
Baca juga: HMI Cabang Aceh Tenggara Ajak Pemuda Taati Qanun Syariat Islam
Baca juga: 45 Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Aceh Tenggara Masih Mangkrak