Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BPC HIPMI Kota Bandung mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan generasi muda untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif serta kewirausahaan di Kota Bandung, Jawa Barat.
Hal itu diungkapkan Ketua BPC HIPMI Kota Bandung, Ibrahim Imaduddin Islam dalam Bandung Economic Outlook yang digelar dalam rangkaian Musyawarah Cabang (MUSCAB) XI HIPMI Kota Bandung di Universitas Pasundan (UNPAS) Kampus Tamansari, Bandung.
Ibrahim mengatakan, Bandung memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi kota kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.
Modal tersebut, kata dia, meliputi talenta muda, industri kreatif, institusi pendidikan, hingga ekosistem kewirausahaan yang telah tumbuh di masyarakat.
“Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat kita akselerasikan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan dampak nyata dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Ibrahim, dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, pengembangan ekonomi Bandung tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar berbagai potensi yang ada dapat dikembangkan secara lebih terarah.
Bandung Economic Outlook, kata dia, menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.
“HIPMI memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian dari proses tersebut melalui penguatan kapasitas pengusaha muda, penciptaan kolaborasi, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru yang dapat menjawab kebutuhan Kota Bandung di masa depan,” ujarnya.
Forum yang mengusung tema “Gagasan dan Akselerasi HIPMI Menuju Kota Kreatif yang Berdaya Saing Global” itu juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam perekonomian Kota Bandung.
Kehadiran lingkungan akademik menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia usaha. Mahasiswa dan generasi muda didorong tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menciptakan peluang usaha, mengembangkan inovasi, dan memanfaatkan teknologi.
Bandung Economic Outlook juga menjadi bagian dari rangkaian MUSCAB XI HIPMI Kota Bandung. Selain membahas perkembangan ekonomi, agenda tersebut menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerak HIPMI Kota Bandung dalam menghadapi tantangan dunia usaha ke depan.
Ibrahim menilai potensi ekonomi kreatif Bandung perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, penguatan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.