TRIBUNBENGKULU.COM - A Wafa Ahdina membagikan isi resume saat mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Jakarta setelah sebelumnya memilih mengundurkan diri dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI karena mengaku tidak bersedia melepas hijab selama menjalani pendidikan.
Dalam resume tersebut, salah satu materi yang dicatat Wafa membahas tiga pilar pemikiran UIN Jakarta, yakni Keislaman, Keindonesiaan, dan Keilmuan.
Materi tersebut juga menyinggung integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum serta pentingnya moderasi beragama.
Wafa sebelumnya menceritakan pengalamannya mengikuti proses seleksi hingga sempat menjadi Kadet Mahasiswa Cohort 7 Unhan RI, Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, selama 15 jam.
Cerita tersebut diunggah melalui akun Instagram Wafa Ahdina pada Kamis (20/8/2026).
Dalam unggahannya, Wafa menceritakan proses pendaftaran dan tahapan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lulus.
Namun, Wafa kemudian memilih mengundurkan diri karena mengaku tidak bersedia melepas hijab selama menjalani pendidikan.
"Ya, saya sempat menjadi bagian dari Kadet Mahasiswa Cohort 7 UNHAN RI, jurusan Kedokteran, fakultas Kedokteran Militer, selama 15 jam," tulis Wafa.
"Karena keesokan paginya, saya walkout and signed the resignation letter instead of the contract agreement."
Menurut Wafa, peserta berjilbab tetap diberikan kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti proses seleksi.
Namun, berdasarkan pengalamannya, Wafa mengaku tidak mendapatkan pilihan untuk tetap menggunakan jilbab setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa.
"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur. Saya memilih opsi kedua. Bukan alasan yang 'cuma itu'. Menurut saya, hijab adalah kehormatan para muslimah; hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang merdeka," tulisnya.
Baca juga: Sosok X Disebut Wafa Terkait Aturan Lepas Hijab di UNHAN, Arahan saat Jadi Menteri
Isi Resume PBAK Wafa
Setelah mundur dari Unhan, Wafa kini terlihat melanjutkan pendidikan dengan mengikuti kegiatan PBAK UIN Jakarta.
Hal tersebut diketahui dari unggahan Instagram Story Wafa Ahdina sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (26/8/2026).
Dalam unggahannya, Wafa membagikan sebuah resume bertuliskan "Resume PBAK Day-1".
Pada bagian identitas resume tersebut tercantum nama Asma Wafa Ahdina dengan kelompok Respiratory.
"Pada kegiatan PBAK UIN Jakarta yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2026, kami diberi paparan tentang tema PBAK 2026 dan corak pemikiran UIN Jakarta dari dua pembicara berbeda," demikian isi resume yang diunggah Wafa.
Dalam resume tersebut, Wafa mencatat materi PBAK UIN Jakarta yang disampaikan dua pembicara berbeda.
Pembicara pertama yakni Prof. I. Firdaus Ali yang menjelaskan tema PBAK 2026, "Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi".
"Adapun tema PBAK yang dijelaskan Prof. I. Firdaus Ali, yaitu 'Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi', bertujuan untuk mewujudkan generasi Ulul Albab yang dapat menjadi penggerak dengan pribadi yang berintegritas, dapat bekerja sama, peduli dengan lingkungan sekitar, dan memiliki rasa tanggung jawab.
Hal ini dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membawa tumblr pribadi, mengurangi sampah plastik, dan membuang sampah pada tempatnya.
Supaya ketika kelak menjadi pemegang kebijakan, generasi ini dapat berinovasi dengan tetap menjaga keharmonisan lingkungan," demikian isi resume tersebut.
Tiga Pilar Pemikiran dan Moderasi Beragama
Pada sesi kedua, Wafa mencatat materi yang disampaikan Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A.
Materi tersebut membahas tiga pilar pemikiran UIN Jakarta, yakni Keislaman, Keindonesiaan, dan Keilmuan.
"Pada sesi kedua bersama Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A., dikatakan bahwa terdapat tiga pilar pemikiran UIN Jakarta, yaitu Keislaman, Keindonesiaan, dan Keilmuan.
Sebagai kampus yang terkenal dengan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum, beliau menegaskan tidak ada dikotomi antara kedua disiplin ilmu tersebut.
Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A. juga mengingatkan kembali pentingnya moderasi beragama agar dapat berislam secara luas," demikian isi resume Wafa.
Pada bagian bawah resume tersebut juga terdapat logo AORTA – Awareness Of Rights, Trust, and Advocacy for Medical Students.