Kebakaran Hutan TNBTS Blok Ranu Kembang, 170 Pendaki Ranu Kumbolo Dievakuasi 
Wiwit Purwanto August 27, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID LUMAJANG-  Kebakaran hutan dan lahan di TNBTS Blok Ranu Kembang Lumajang masih berlangsung, Kamis (27/8/2026), sementara 170 pendaki Ranu Kumbolo dievakuasi setelah jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total akibat insiden tersebut.

Asap dan titik api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada di atas Ranu Kumbolo dengan medan yang sulit dijangkau. Petugas BPBD bersama TNI/Polri pun melakukan evakuasi pendaki untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat 170 pendaki di Ranu Kumbolo yang diminta turun.

"Informasi yang kami terima ada 170 pendaki di Ranu Kumbolo. Mereka kami minta untuk turun agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan," ujarnya Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho.

Menurut Isnugroho, para pendaki tersebut telah dievakuasi hingga Pos 3 jalur pendakian. Kondisi mereka masih selamat dan rombongan terakhir disebut berhasil melewati area yang terdampak kebakaran.

Baca juga: Siaga 24 Jam, Posko Kesehatan Muktamar NU ke-35 di Jombang Siapkan Layanan Medis hingga Pijat Gratis

"Informasi terakhir, rombongan terakhir sudah berada di Pos 3 dan lolos dari api," ucap Isnugroho.

TNBTS sebelumnya menutup total jalur pendakian Gunung Semeru akibat kebakaran tersebut. Penutupan dilakukan saat petugas masih berupaya memantau perkembangan titik api di kawasan Ranu Kembang.

Titik Api Sulit Dijangkau

Isnugroho menjelaskan, titik kebakaran berada di atas Ranu Kumbolo. Lokasinya membutuhkan waktu sekitar satu jam berjalan kaki dari kawasan wisata pendakian Gunung Semeru.

"Ranu kembang itu posisinya diatas Ranu Kumbolo. Jarak tempuhnya sekitar satu jam," imbuh Isnugroho, pejabat yang pernah jadi Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Lumajang ini

Selain jaraknya cukup jauh, titik api berada di lereng gunung yang sangat tinggi. Kondisi medan membuat lokasi tersebut tidak memungkinkan dilalui melalui jalur darat untuk pemadaman secara manual.

"Satu satunya yang bisa dilakukan pemangku TNBTS adalah dengan melakukan water booming melalui helikopter," kata dia.

Baca juga: Bromo Dibuka Lagi 20 Agustus 2026, Wisatawan Diminta Waspadai Potensi Karhutla

Namun, upaya pemadaman menggunakan helikopter belum dapat dilakukan karena tiga armada yang sebelumnya digunakan untuk menangani kebakaran di kawasan TNBTS Probolinggo telah dialihkan ke lokasi lain.

"Dua helikopter ditarik untuk membantu pemadaman kebakaran di Kalimantan, dan satu helikopter digunakan untuk pemadaman di Gunung Arjuno, sehingga sampai saat ini belum ada kejelasan," bebernya.

BPBD Khawatir Api Mendekati Ranupani

Di tengah penanganan kebakaran, BPBD Lumajang masih belum mengetahui luasan hutan yang terbakar di kawasan TNBTS. Isnugroho mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan dan belum melakukan mitigasi sejauh penghitungan luasan area terdampak.

Perhatian utama BPBD saat ini adalah memastikan kebakaran tidak merembet hingga permukiman, khususnya wilayah yang dihuni penduduk Ranupani.

"Kami masih memantau, yang penting kebakaran itu jangan sampai masuk pemukiman. Khususnya penduduk Ranupani," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.