Siraman Gong Kiai Pradah 2026, Bakal Dipoles untuk Manjakan Ribuan Pengunjung ke Lodoyo Blitar
Dyan Rekohadi August 27, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID, BLITAR – Prosesi adat siraman Gong Kiai Pradah di Lodoyo di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, masih menjadi magnet bagi yang mampu mendatangkan ribuan warga.

Suasana Alun-alun Lodoyo langsung berubah menjadi lautan manusia pada Kamis (27/8/2026).

Sejak pagi hari, antusiasme warga sudah membuncah untuk menyaksikan secara langsung prosesi adat siraman Gong Kiai Pradah.

Tak peduli harus berdesakan, masyarakat dari berbagai penjuru wilayah sengaja datang lebih awal agar tidak kehilangan momen sakral itu.

Baca juga: Peternak Blitar Kirim 8,7 Ton Telur untuk Korban Gempa NTT, BPBD Jatim Fasilitasi Pengiriman

 

Ngalap Berkah Air Bekas Siraman

Salah seorang pengunjung, Gino (55), asal Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun, mengaku sudah tiba di Alun-alun Lodoyo sejak pukul 06.00 WIB.

Ia bersama sang istri sengaja berangkat pagi-pagi sekali karena khawatir tidak kebagian tempat di posisi paling depan.

"Saya tadi sampai di sini pukul 06.00 WIB," ungkap Gino saat ditemui di lokasi acara.

Gino mengaku tidak pernah absen menghadiri ritual tahunan itu untuk mengincar air bekas pencucian gong pusaka tersebut.

Masyarakat setempat memang masih memegang teguh kepercayaan bahwa air sisa ritual itu menyimpan keberkahan tersendiri.

"Iya, saya ingin mendapatkan air bekas memandikan Gong Mbah Pradah. Biasanya, airnya saya gunakan untuk mandi. Biar sehat dan rezeki lancar," harapnya.

Baca juga: Rute Baru Bus Damri Rute Tulungagung - Pantai Serang Blitar Siap Beroperasi, ke Pondok Gus Iqdam?

 

Tradisi Tahunan Penarik Wisatawan

Upacara adat itu rutin dihelat setiap tahun bersamaan dengan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian acara biasanya diawali dengan semarak bazar UMKM yang berpusat di area alun-alun.

Kegiatan kebudayaan itu turut dihadiri langsung oleh Bupati Blitar Rijanto beserta jajaran pejabat Forkopimda Kabupaten Blitar.

Selain menjadi sarana merawat tradisi, agenda tahunan itu sukses menjadi daya tarik wisata budaya yang selalu dinantikan masyarakat Blitar dan sekitarnya.

Puncak acara ditutup dengan pembagian air bekas siraman pusaka Gong Kiai Pradah kepada ribuan warga yang telah menanti.

 

Penataan Ulang untuk Kembangkan Potensi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (, Eko Susanto mengatakan, masih banyak yang perlu ditata dalam pelaksanaan tradisi siraman atau jamasan Gong Kiai Pradah di Alun-alun Lodoyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Layout dan tampilan acara perlu ditata kembali agar lebih bagus dan nyaman untuk pengunjung. 

"Acara ini sudah bagus, tapi ke depan, kami bersama panitia lokal (kecamatan) akan melakukan penataan stan UMKM, ada keseragaman tenda, dan kebersihan," kata Eko, di sela-sela acara siraman Gong Kiai Pradah di Alun-alun Lodoyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 

Lokasi stan UMKM, jalur pengunjung, dan pintu gerbang ke acara harus benar-benar ditata agar penonton nyaman. 

"Supaya dari awal kelihatan, di mana jalur penonton, pintu gate masuk, dan stan UMKM. Kalau tahun ini layoutnya belum tertata. Pintu gate masuk acara saja belum ada," ujarnya.

Baca juga: Makam Bung Karno Blitar Resmi Dibuka 24 Jam, Pemkot Siapkan Pengamanan untuk Peziarah

 

Eko berharap, siraman Gong Kiai Pradah ini menjadi destinasi wisata budaya yang dapat mendongkrak kunjungan pariwisata dan perputaran ekonomi di Kabupaten Blitar.

"Ini tradisi dari bawah, dari masyarakat, kami mencoba mengintervensi agar kemasannya lebih bagus dan dapat menarik pengunjung lebih banyak," ujarnya.

Event siraman Gong Kiai Pradah berpotensi sangat besar terutama terhadap perputaran ekonomi di masyarakat.

Penonton dan pelaku UMKM di acara siraman Gong Kiai Pradah bukan hanya dari lokal Blitar, tapi juga dari luar daerah. 

"Nanti, kami hitung putaran uang selama tujuh hari event ini. Saya pikir cukup besar. Dampak perputaran uang dari pelaku UMKM dan parkir ini besar," katanya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.