TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Pelatih PSIS Semarang, Widodo C Putro, berharap timnya mendapat kesempatan sekali merasakan atmosfer Stadion Jatidiri Semarang sebelum mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Dalam masa persiapan menghadapi kompetisi kasta kedua sepakbola tanah air tersebut, PSIS tak sekalipun merasakan berlatih di Stadion Jatidiri. Salah satu alasannya karena stadion tersebut sedang dalam proses renovasi rumput lapangan.
Menurut WCP, uji coba di Stadion Jatidiri diperlukan bukan semata untuk melihat progres persiapan, melainkan sebagai bagian adaptasi pemain terhadap suasana pertandingan di kandang sendiri.
Ia mengaku sudah menyampaikan permintaan ya tersebut ke manajemen klub, meski belum mendapat kepastian.
"Saya sudah minta ke manajemen, tidak mesti uji coba dengan tim-tim yang kuat. Bisa internal game atau bermain melawan tim yang ada di bawah kita. Karena itu hanya maintenance dan adaptasi dengan suasana," kata WCP, Kamis (27/8/2026).
Ia berharap uji coba tersebut dapat digelar pada malam hari. Hal itu untuk menyesuaikan dengan waktu pertandingan perdana kompetisi yang akan dihadapi PSIS nantinya.
PSIS akan menjamu PSPS Pekanbaru di pekan pertama Pegadaian Championship 2026/2027 pada 11 September mendatang. Laga yang akan kick off pukul 19.00 itu juga akan menjadi partai pembuka kompetisi musim ini.
"Kita sudah masa-masa fokus ke kompetisi. Kalau bisa ya di malam hari, menyesuaikan dengan awal match nanti. Tapi ini kabarnya masih dalam renovasi stadionnya," ujarnya.
Eks pelatih Bali United itu menilai timnya masih membutuhkan kesempatan untuk beradaptasi dengan kondisi Stadion Jatidiri setelah sebelumnya menjalani laga uji coba.
Selain adaptasi terhadap atmosfer stadion, WCP juga mengevaluasi aspek mental pemain. Dalam uji coba sebelumnya kontra tim Liga Nusantara Gresik United, ia melihat emosi pemain cukup teruji, baik dalam sisi positif maupun negatif.
"Ketika uji coba kemarin, emosi anak-anak betul teruji. Emosional itu ada negatif dan positif. Kemarin ada beberapa yang negatif. Kita tahu sendiri kalau bermain away," jelasnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi agar para pemain PSIS mampu tampil lebih dewasa ketika menghadapi tekanan pertandingan.
"Ini jadi evaluasi kita dan sudah disampaikan ke pemain juga. Kita harus jadi tim yang dewasa dalam bermain, terus menjaga emosional. Jadi ada manfaat," imbuhnya.
Di sisi lain, dia menyebut kekompakan tim tetap terjaga meski dirinya melakukan banyak rotasi dalam laga uji coba tersebut.
Baca juga: Dua Eks Penyerang Persib Jadi Mesin Gol Java United, Fabio Sebut Ada yang Lain
Pemain yang selama ini menjadi pilihan utama bahkan baru dimainkan pada sekitar 10 menit terakhir. Meski demikian, PSIS tetap mampu menguasai jalannya pertandingan.
WCP menegaskan, rotasi tersebut bukan semata untuk melihat kemampuan tim utama, melainkan memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain.
"Bukan itu tujuannya, tapi pemain yang biasa main dan pengganti itu tetap kita kasih kesempatan untuk waktu bermain," katanya.
Terkait kondisi skuad, WCP memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi baik.
Beberapa pemain sempat mengalami cedera, namun kini sudah kembali membaik.
"Kondisi pemain saat ini semua bagus. Sempat ada yang cedera tapi sudah bagus. Kebugaran anak-anak tidak ada masalah," pungkasnya.