Dinkes Kota Kediri Perkuat Tracing TB, 50 Locus Jadi Sasaran hingga November
Rendy Nicko August 27, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari target eliminasi TB pada 2030. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperluas tracing dan skrining terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Plt Kepala Dinkes Kota Kediri, dr Hamida, Sp.P, mengatakan kegiatan tersebut menyasar 50 locus yang tersebar di sembilan puskesmas di Kota Kediri. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai Agustus, September, hingga awal November 2026.

"Program ini menyasar 50 locus yang tersebar di sembilan puskesmas. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap pada Agustus sampai September dan awal November 2026," kata dr Hamida, Kamis (27/8/2026).

Hingga penghujung Agustus 2026, tracing telah dilakukan di 12 locus. Setiap locus memiliki target sekitar 100 warga, terutama masyarakat yang diketahui memiliki riwayat kontak dengan pasien TB.

Baca juga: Remaja Telepon Polres Blitar Kota karena Motor Mogok, Ternyata Kehabisan Bensin

Penguatan deteksi dini tersebut dilakukan karena TB masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian. Secara nasional, diperkirakan terdapat sekitar 1.080.000 kasus baru TB setiap tahun.

Sementara itu, di Kota Kediri tercatat sebanyak 1.240 kasus TB yang telah ditemukan sejak Januari hingga Agustus 2026. Data tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas penemuan kasus di tengah masyarakat.

"Dengan masih tingginya kasus TB, diperlukan upaya untuk menemukan sebanyak mungkin kasus yang ada di masyarakat. Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin cepat kita bisa melakukan pengobatan sehingga penularan dapat dicegah," jelasnya.

Dalam kegiatan tracing, warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TB dikumpulkan di lokasi yang telah ditentukan untuk menjalani pemeriksaan. Skrining dilakukan secara terpadu, mulai dari pemeriksaan TB, Cek Kesehatan Gratis, hingga pemeriksaan X-ray menggunakan perangkat portable.

Penggunaan X-ray portable memungkinkan pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi sasaran. Cara tersebut dinilai membantu mempercepat proses skrining sekaligus memperluas jangkauan pemeriksaan terhadap warga yang memiliki risiko tertular TB.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah unsur tenaga kesehatan. Di antaranya petugas dari puskesmas, Dinkes Kota Kediri, serta radiografer dari RS Kilisuci. Dari pelaksanaan tracing sejauh ini, ditemukan sejumlah peserta yang diduga mengalami TB.

Peserta dengan hasil X-ray yang menunjukkan adanya kecurigaan TB selanjutnya dikonsultasikan kepada dokter spesialis paru yang telah ditunjuk. Jika pemeriksaan lanjutan memastikan diagnosis TB, pasien akan segera mendapatkan pengobatan melalui puskesmas.

Dinkes Kota Kediri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala TB, terutama batuk yang berlangsung sekitar dua minggu atau lebih. Gejala tersebut dapat disertai penurunan berat badan dan nafsu makan, keringat malam tanpa aktivitas berat, serta demam berkepanjangan. 

"Obat TB sudah disediakan secara gratis dan ditanggung pemerintah. Yang paling penting adalah kepatuhan pasien untuk menjalani pengobatan sampai tuntas. Dukungan keluarga dan lingkungan juga sangat diperlukan," ungkap dr Hamida.

Pemerintah berharap keterlibatan masyarakat, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, keluarga, dan lingkungan sekitar dapat memperkuat keberhasilan tracing maupun pengobatan. 

"Dengan semakin banyak kasus ditemukan dan ditangani hingga tuntas, mata rantai penularan TB di Kota Kediri diharapkan dapat diputus sebagai bagian dari upaya mencapai eliminasi TB pada 2030," ujarnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.