Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan bantuan alat menenun untuk korban kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah.
"Tadi kami memberikan beberapa alat tenun, ada 15 unit dari kebutuhan sekitar 60 unit. Mudah-mudahan bisa segera diberikan lagi," kata Widiyanti usai memimpin rapat terbatas penanganan pascakebakaran Desa Adat Sade, Kamis (27/8/2026).
Widiyanti mengungkap bahwa pemerintah sedang menyiapkan pemulihan jangan menengah dan jangka panjang agar masyarakat di kampung adat tersebut bisa bekerja kembali dan anak-anak kembali sekolah.
"Kami tadi fokus bagaimana penanganan jangka menengah dan jangka panjang, agar bagaiamana masyarakat Desa Sade ini bisa aktif kembali bekerja, ibu-ibu mulai menenun dan anak-anak kembali sekolah," kata Widiyanti.
Dalam rapat terbatas yang berlangsung di Politeknik Pariwisata Lombok itu, Menpar membentuk tim kerja untuk membantu proses pemulihan mulai dari mendata warga yang terdampak hingga membuat akun penampungan donasi.
Baca juga: Warga Kenang Momen Menpar Widiyanti Belajar Menenun di Desa Sade
"Kami membentuk tim kerja untuk mendata siapa saja agar bisa lebih terarah, kami juga menyiapkan account untuk menampung donasi," kata Widiyanti.
Pembangunan kembali Desa Adat Sade tidak hanya mengandalkan dana dari anggaran negara saja, melainkan melibatkan pihak swasta karena kebutuhan dana yang cukup besar.
Widiyanti juga mengatakan dalam masteplant pembangunan ulang rumah adat nantinya, harus didukung oleh teknologi keselamatan yang memadai sehingga Sade bisa menjadi proyek percontohan dalam pembangunan kampung adat yang tangguh bencana.
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa merekonstruksi Desa Adat Sade bukan hanya membangun kembali rumah, tetapi membangun sejarah dengan versi yang jauh lebih baik.
"Artinya fasilitas-fasilitas yang sustainability (Keberlanjutan) di desa tersebut sudah mulai disiapkan kearah situ," kata Iqbal.
Iqbal memastikan proses rekonstruksi ini akan dilakukan secepat mungkin, agar ekonomi warga dan geliat pariwisata bisa kembali seperti sediakala dengan versi yang lebih aman dan lebih tertata dengan baik.
(*)