BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Suara musik dan penampilan seni memenuhi halaman Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan, Banjarbaru, Rabu (26/8/2026).
Di tempat itu, para penerima manfaat mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan mereka dalam Mini Konser Kemerdekaan yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Bagi para penyandang disabilitas netra yang tampil, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Panggung sederhana itu menjadi wadah untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk belajar, berkreasi dan menghasilkan karya.
Salah satu yang tampil adalah Net Peace Band. Kelompok musik yang beranggotakan penerima manfaat PRSPDNF Fajar Harapan itu mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Sosial Kalsel M Farhanie.
Baca juga: Mesin Penyedot Air Berkekuatan 500 Kubik Per Jam Diturunkan, Perkuat Pencegahan Karhutla di Kalsel
Baca juga: Setubuhi Siswi, Oknum Guru PPPK di Tanahbumbu Ini Diringkus Polisi, Sejak Korban Berusia 16 Tahun
Menurut Farhanie, kemampuan para penerima manfaat dalam bermusik maupun menampilkan kesenian menunjukkan potensi yang dimiliki penyandang disabilitas tidak berbeda jauh dengan masyarakat lainnya.
“Mereka luar biasa, tidak kalah dengan kita yang secara fisik normal,” ujarnya.
Pesan tentang kemampuan dan kemandirian tersebut bahkan terlihat sejak awal acara. Salah satu penerima manfaat membacakan ayat suci Al-Qur'an menggunakan huruf Braille.
Farhanie menilai kemampuan membaca Al-Qur'an dengan Braille merupakan proses yang tidak mudah. Hal itu sekaligus memperlihatkan bahwa para penerima manfaat terus mengasah kemampuan mereka selama menjalani pembinaan di panti.
Tak hanya musik, panggung kemerdekaan juga diisi dengan pertunjukan seni lainnya, termasuk tari. Beragam penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi penerima manfaat untuk tampil percaya diri sekaligus mengembangkan bakat yang mereka miliki.
Farhanie berharap ruang-ruang aktualisasi seperti itu terus dipertahankan. Menurutnya, penyandang disabilitas harus mendapat kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan tanpa menjadikan keterbatasan sebagai penghalang.
“Jadi mereka merdeka berkarya dan tidak ada batasnya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, penerima manfaat juga mendapat bantuan alat bantu berupa kursi roda. Bantuan tersebut diberikan melalui PRSPDNF Fajar Harapan dan mendapat dukungan pribadi dari Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman.
Farhanie menyebut bantuan alat bantu merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah melalui Dinas Sosial Kalsel dalam membantu penyandang disabilitas menjalani aktivitas dan proses rehabilitasi sosial.
Kehadiran Wakil Gubernur Kalsel bersama istri dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas para penerima manfaat.
Farhanie mengatakan, Wagub bahkan menanyakan keberlanjutan konser kemerdekaan yang selama ini menjadi salah satu ruang aktualisasi penerima manfaat di panti.
Pihak panti pun berkomitmen mempertahankan kegiatan tersebut. Kepala PRSPDNF Fajar Harapan Andrie Iswandy akan terus mengupayakan agar panggung kreativitas bagi penerima manfaat dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya.
Tahun ini, konser digelar secara sederhana di halaman panti. Penyelenggara menyesuaikan konsep kegiatan dengan kondisi dan efisiensi anggaran.
Meski berlangsung sederhana, Farhanie berharap semangat memberikan ruang berkarya bagi penyandang disabilitas tidak ikut terbatas.
“Insyaallah, mudah-mudahan tahun-tahun yang akan datang tetap bisa dilaksanakan,” katanta.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)