TRIBUNNEWS.COM, MANGGARAI - Warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan di tenda pengungsian di Lapangan Barangkolong, Rabu (26/8/2026).
Di tengah masa tanggap darurat tersebut, sejumlah warga menyampaikan kebutuhan mereka selama tinggal di pengungsian kepada Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan yang datang menemui mereka.
Iriawan berbincang langsung dengan sejumlah pengungsi untuk mengetahui kondisi mereka, termasuk persoalan tempat tinggal sementara dan kebutuhan sehari-hari.
“Kami datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tapi untuk mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sini,” ujar Iriawan dikutip, Kamis (27/8/2026).
Ia mengatakan dampak gempa tidak hanya dirasakan melalui kerusakan bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang sebagian masih harus tinggal di tempat pengungsian.
“Kami sangat prihatin dengan musibah yang menimpa masyarakat NTT. Semoga bencana ini segera berlalu dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” katanya.
Baca juga: Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur
Selain kebutuhan warga secara umum, kondisi anak-anak di pengungsian juga menjadi perhatian.
Sejumlah anak mengikuti kegiatan pendampingan psikososial di salah satu tenda yang disiapkan di lokasi.
Pendampingan dilakukan melalui aktivitas bermain dan bernyanyi untuk membantu anak-anak beradaptasi dengan situasi setelah gempa.
Iriawan sempat bergabung dalam kegiatan tersebut dan berinteraksi dengan anak-anak. Mainan juga diberikan untuk mendukung aktivitas mereka selama berada di pengungsian.
Di lokasi yang sama, bantuan Pertamina Peduli diserahkan kepada Camat Reok Ritaudin untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak.
Ritaudin mengatakan bantuan masih dibutuhkan karena sebagian masyarakat masih tinggal di pengungsian dan kondisi tanggap darurat masih berlangsung.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pertamina di sejumlah wilayah yang terdampak gempa di Flores.
Selain menyalurkan bantuan, Pertamina melakukan pendampingan psikososial bagi anak-anak serta memantau kondisi fasilitas dan distribusi energi di wilayah terdampak.
Sebelumnya, Iriawan juga meninjau Fuel Terminal Reo yang terdampak gempa.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas di lapangan sekaligus memastikan distribusi energi tetap berjalan selama masa tanggap darurat.