Prediksi MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Menang dengan Keunggulan 5 Detik
Christoper Desmawangga August 27, 2026 10:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan pembalap MotoGP asal Italia, Marco Melandri, tidak segan-segan memberikan penilaian tajam terkait dinamika terkini di MotoGP 2026. 

Dalam wawancara terbarunya di saluran YouTube Chiacchiere da Box, Melandri menyoroti sejumlah figur kunci, mulai dari kebangkitan Jorge Martin bersama Aprilia hingga pesan tegas khusus untuk Pedro Acosta yang bersiap bergabung dengan Ducati.

Melandri menilai Martin telah mencatatkan langkah maju yang signifikan setelah berhasil mengatasi berbagai kendala pada awal musim.

Baca juga: 5 Duel Klasik Paling Dramatis Sepanjang Sejarah MotoGP Aragon

Pembalap Aprilia tersebut kembali menemukan kecepatannya, mencatatkan hasil kualifikasi luar biasa, serta membuktikan kapasitasnya untuk bersaing mengincar kemenangan.

Sebelum membahas hal tersebut lebih jauh, Melandri terlebih dahulu memberikan prediksinya untuk gelaran MotoGP Aragon 2026 mendatang.

"Marquez akan menang dengan keunggulan lima detik atas pembalap Ducati lainnya," kelakarnya sambil tersenyum.

Melandri melanjutkan analisisnya mengenai performa sang pembalap Spanyol: "Inilah yang sempat kita bahas jika Martin ingin menjuarai World Championship ini, dia harus menemukan speed. Dia sendiri mengakui hal itu dan akhirnya berhasil menemukannya," jelas Melandri.

Baca juga: Jadwal MotoGP Aragon 2026 Akhir Pekan Ini di Sirkuit MotorLand Aragon Spanyol

Ia juga menekankan betapa krusialnya peran Martin sebagai acuan utama bagi Aprilia dalam menantang dominasi Ducati.

Performa apik pembalap Spanyol itu di atas RS-GP membuatnya optimistis, meski tetap mengimbau agar semua pihak bersikap bijak sebelum menarik kesimpulan akhir.

"Martin menjalani kualifikasi yang spektakuler, tampil sangat kuat, memenangkan Sprint, dan mengamankan posisi podium. Dia tidak punya rekor luar biasa di lintasan itu sebelumnya, dan karena itulah saya berpikir hal-hal positif bisa kembali terjadi di balapan-balapan berikutnya."

Menanti Kejutan dan Kemenangan Perdana Acosta

Kendati demikian, sorotan utama Melandri tertuju pada sosok Pedro Acosta.

Baca juga: Menyosong Regulasi Baru MotoGP 2027, Bos Ducati Akui Harus Membangun Motor dari Nol

Pembalap muda Spanyol tersebut dijadwalkan menanggalkan seragam KTM untuk bergabung dengan Ducati pada musim 2027 dan menjadi rekan satu tim Marc Marquez di tim pabrikan Borgo Panigale.

Berdasarkan hal itu, Melandri menilai Acosta harus mulai mengonversi potensi besarnya menjadi hasil nyata.

"Saya menginginkan sebuah guizzo (lonjatan kualitas) dari Acosta," tegas Melandri, merujuk pada lompatan performa yang ia harapkan dari sang pembalap KTM.

Ia bahkan menetapkan target yang sangat spesifik: "Setidaknya kemenangan pertama harus segera datang untuk Acosta."

Baca juga: Nasib 5 Pembalap Bintang MotoGP, Hijrah ke Superbike Hingga Ancaman Pensiun Dini

Tuntutan tinggi Melandri didasari oleh realitas yang menurutnya sulit dipahami: Acosta belum pernah mencatatkan satu pun kemenangan balapan utama di kelas MotoGP, terlepas dari ekspektasi raksasa serta penampilan impresif yang ia tunjukkan sejak pertama kali naik ke kategori tertinggi.

"Dia belum pernah memenangkan satu balapan pun dan itu terasa absurd mengingat betapa kuatnya dia sebagai pembalap," ujarnya.

Untuk memperkuat argumennya, Melandri membandingkan situasi Acosta dengan dinamika di Formula 1, khususnya kisah Max Verstappen.

Ia mengenang bagaimana Verstappen sukses mengunci kemenangan pertamanya bersama Red Bull di Barcelona pada musim 2016 saat baru berusia 18 tahun usai dipromosikan dari Toro Rosso.

Baca juga: Pimpin Klasemen MotoGP 2026: Bangkit dari Cedera Parah, Jorge Martin Ungkap Rahasia Ketangguhannya

Melandri menggarisbawahi bahwa kendati faktor keberuntungan dan situasi balapan berpengaruh, talenta hebat pada akhirnya akan menemukan jalannya.

"Saya berharap situasi ini menjadi seimbang untuknya dan dia mendapat lebih banyak keberuntungan di masa depan," ungkap Melandri.

Coret KTM dari Daftar Favorit

Melandri juga mengaku kurang optimistis terhadap prospek KTM.

Baca juga: Catat 13 Kali Crash: Joan Mir Tanggapi Insiden di MotoGP Inggris 2026 dengan Lapang Dada

Meskipun mengapresiasi kerja keras pabrikan asal Austria tersebut dalam membenahi kendala mesin yang memaksa mereka melakukan intervensi mekanis, ia mengaku kesulitan menempatkan KTM di barisan kandidat pemenang saat ini.

"Saya bahkan tidak memperhitungkan mereka. Terasa menyakitkan untuk mengatakannya, tetapi saya tidak bisa memasukkan mereka dalam perhitungan," aku Melandri.

Namun, hal tersebut bukan berarti ia melepaskan pandangannya dari Acosta, justru sebaliknya: karena Acosta diproyeksikan menjadi pembalap resmi pabrikan Ducati, Melandri ingin melihatnya mengambil langkah pamungkas tersebut sebelum berganti proyek.

"Tahun depan, jika dia resmi menjadi pembalap pabrikan Ducati sesuai kontrak, dia harus membuktikan kepada saya bahwa dia adalah seorang fenomena," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.