Kuta, Bali (ANTARA) - Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pemanfaatan teknologi digital termasuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) guna memperketat pengawasan warga negara asing (WNA).

“Imigrasi ke depannya itu 70 persen tulang punggungnya adalah teknologi,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko di sela peresmian layanan Immigration Lounge di pusat perbelanjaan Discovery Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Selain AI, pihaknya juga melengkapi pengawasan WNA dengan teknologi digital lain misalnya pemanfaatan drone yang memetakan kondisi daerah perbatasan.

Indonesia, kata dia, memiliki 3.111 kilometer panjang perbatasan wilayah darat dengan negara tetangga.

“Kami punya program namanya pagar digital, menggunakan drone di daerah-daerah tertentu terutama jalur-jalur tikus. Jadi keluar masuk orang itu akan terpantau,” imbuhnya.

Begitu juga ketika orang asing tiba di Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, layanan keimigrasian telah dilengkapi teknologi pengenalan wajah yang merekam dan mengidentifikasi setiap orang asing yang masuk.

Bahkan, ia menambahkan pihaknya telah merancang pembangunan arsitektur teknologi imigrasi hingga 2045.

Dalam waktu dekat, Hendarsam akan membentuk satuan kerja untuk membahas arsitektur teknologi hingga 2045 itu.

Di sisi lain, pihaknya tidak hanya memperketat pengawasan terhadap orang asing tapi juga memberikan pelayanan lebih dekat dengan masyarakat baik warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA), menyesuaikan karakter daerah masing-masing.

Di Bali misalnya, sebagai daerah tujuan wisata, pihaknya membuat inovasi dengan membuka layanan keimigrasian di sentra kepadatan turis asing salah satunya pusat perbelanjaan di kawasan Kuta tersebut.

Sejak dibuka perdana pada Juli 2026, layanan non unit pelayanan teknis (UPT) keimigrasian itu per hari rata-rata melayani 100-120 pengurusan izin tinggal WNA.

Sementara itu, di sela peresmian layanan keimigrasian pertama di Bali yang ada di pusat perbelanjaan itu juga dihadiri sejumlah tokoh publik di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster, hingga Anggota DPD RI asal Bali yaitu Ni Luh Djelantik dan I Gusti Ngurah Arya Weda Karna.