SURYA.co.id, SURABAYA - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda strategis nasional.
Melalui "Giat Keandalan dan Siaga", PLN UIT JBM memastikan pasokan listrik ke Pulau Dewata dan sekitarnya tetap aman menyusul peluncuran besar Program PLTS 100 GWp.
Kegiatan siaga ini dilakukan secara serentak di seluruh unit kerja untuk mendukung Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp—langkah nyata pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi bersih di Indonesia.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur transmisi adalah kunci utama dalam mengintegrasikan energi terbarukan ke sistem nasional.
“Kesiapsiagaan seluruh insan PLN UIT JBM, yang diperkuat dengan sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan. Kami memastikan jaringan transmisi dan gardu induk dalam kondisi aman, andal, dan siap mendukung berbagai agenda strategis nasional, termasuk Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp,” ujar Ika di kantor PLN UIT JBM, Sidoarjo, Kamis (27/8/2026).
Menurut Ika, keandalan sistem transmisi bukan sekadar urusan teknis, melainkan fondasi bagi keberlangsungan pasokan listrik nasional.
“Kami berkomitmen memberikan dukungan terbaik melalui kesiapan personel dan infrastruktur di seluruh wilayah kerja UIT JBM. Hal ini sekaligus menjadi wujud dukungan PLN terhadap percepatan pengembangan energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.
Agenda yang berpusat di Gilimanuk, Bali ini menandai dimulainya 14 proyek PLTS di 6 provinsi dengan total kapasitas 5,3 GWp. Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ambisius ini juga diproyeksikan mampu menciptakan hingga 5,52 juta lapangan kerja baru.
Untuk mengawal agenda besar tersebut, PLN UIT JBM melakukan pengawasan ketat di sejumlah titik transmisi dan gardu induk (GI).
"Untuk memastikan agenda tersebut berjalan dengan aman dan lancar, PLN UIT JBM mengerahkan personel serta memperkuat kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan di berbagai titik wilayah kerjanya. Kegiatan siaga dilakukan secara serentak dengan mencakup pemeriksaan kondisi peralatan, gardu induk, sistem proteksi, jaringan transmisi, hingga pengawasan jalur transmisi guna memastikan seluruh infrastruktur berada dalam kondisi aman, andal, dan siap mendukung sistem kelistrikan," ungkap Ika.
Beberapa langkah teknis yang dilakukan tim PLN UIT JBM meliputi:
Selain aspek teknis, kolaborasi antarlembaga menjadi prioritas utama PLN untuk memastikan acara kenegaraan ini berjalan tanpa kendala teknis sedikit pun.
"Dalam pelaksanaannya, PLN UIT JBM juga memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar," pungkas Ika.