SURYA.co.id - Gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North menjadi saksi kembalinya sosok Orvin Cesar Wibowo.
Namun, kali ini ia tidak hadir dengan jersey pemain, melainkan berdiri di pinggir lapangan sebagai nakhoda utama alias kepala pelatih tim putra SMAN 2 Mojokerto.
Transisi dari pemain menjadi pelatih membawa beban tanggung jawab yang jauh berbeda bagi Orvin. Jika dulu ia hanya fokus pada performa individu di lapangan, kini ia memegang kendali penuh atas strategi, rotasi, hingga mentalitas seluruh tim.
“Sekarang sebagai pelatih, yang harus mikir segalanya,” ujar Orvin saat ditemui di DBL Arena Surabaya, Sabtu (22/8).
Sebagai informasi, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 berlangsung di 31 kota di 22 provinsi Indonesia. Selain ajang basket, kompetisi ini juga dimeriahkan oleh AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 bertema “100 persen Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan dapat dipantau melalui kanal YouTube DBL Play
Kembali ke sekolah asal sebagai pelatih memberikan kebanggaan emosional bagi Orvin. Ia merasa memiliki utang budi untuk membawa nama SMAN 2 Mojokerto terbang lebih tinggi di kancah basket pelajar paling bergengsi ini.
“Sekarang sebagai pelatih, saya harus mikir gimana membawa tim untuk membanggakan almamater kami,” lanjutnya.
Strategi Matang dan Mentalitas "Rileks"
Keseriusan Orvin dalam mengawal timnya terlihat dari pola persiapan yang intens. Skuad SMAN 2 Mojokerto bahkan diboyong untuk melakoni laga uji coba (sparring) hingga ke luar kota. Menariknya, Orvin tidak menitikberatkan pada hasil akhir di laga uji coba tersebut, melainkan pada ketahanan mental pemain.
“Kami sparring bukan cari menang atau kalah, tapi agar mereka merasakan pressure pertandingan gimana. Terus tiap game kami targetkan defense full press atau apa pun itu,” jelas Orvin mengenai metodenya.
Selain teknis, Orvin sangat memperhatikan kondisi psikologis anak asuhnya. Ia memberikan kebebasan bagi para pemain untuk mencari ketenangan sebelum laga dimulai, seperti mendengarkan musik atau menyendiri.
“Entah mereka mau dengerin lagu atau apa pun itu terserah. Intinya mereka harus cari hal yang bikin tenang sebelum pertandingan,” tambahnya.
Meski pihak sekolah hanya mematok target hingga Round 2, Orvin memiliki standar yang lebih tinggi. Setelah sukses mengamankan kemenangan meyakinkan 23-7 atas SMA IPH East Surabaya, optimisme Orvin kian menebal. Namun, ia tetap memberikan catatan kritis bagi timnya yang masih sering melakukan kesalahan finishing.
“Kami tadi banyak miss offense. Banyak miss under ring, juga banyak miss attempt tiga poin. Kami harus lebih siap lagi, karena pertandingan mendatang ini do or die-nya kami,” tegas Orvin.
Target pribadinya jelas: melampaui pencapaian musim lalu yang terhenti di Round 1. “Sedangkan target sebagai pelatih, kami maunya anak-anak bisa sampai Playoffs,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Kini, dengan mengantongi dua kemenangan, SMAN 2 Mojokerto berada di jalur yang tepat. Konsistensi Orvin Cesar dalam meramu strategi akan diuji kembali di laga penentuan demi tiket menuju babak selanjutnya.