Merinding! Nyanyikan Indonesia Pusaka, Pelajar STM Jalan Kaki Tinggalkan Gedung DPR
Budi Sam Law Malau August 27, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Matahari mulai condong di ufuk barat Jakarta, mengiringi langkah ratusan pelajar berseragam putih abu-abu yang bergerak menjauhi area Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).

Suasana tegang yang kerap menyelimuti lokasi unjuk rasa seketika memudar, berganti dengan gema lagu kebangsaan.

Sembari bertepuk tangan secara serentak, barisan pelajar STM tersebut berjalan kaki menyusuri jalan menuju arah Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) petang.

Suara lantang mereka menyanyikan "Indonesia Pusaka" memecah keriuhan sore, menciptakan momen yang menggugah emosi siapa saja yang melintas di kawasan lampu merah Slipi, Jakarta Barat.

Pemandangan di simpang Slipi sore itu terbilang tak biasa.

Pos Polisi Satlantas Wilayah Jakarta Barat tampak kosong melompong tanpa penjagaan aparat.

Titik krusial ini dibiarkan mengalir alami.

Meski begitu, empat unit ambulans tampak bersiaga penuh di depan Gedung Graha Slipi, bersiap mengantisipasi segala kemungkinan.

Lalu lintas di sekitar lampu merah Slipi terpantau tetap hidup.

Kendaraan dari arah Pasar Palmerah menuju Petamburan dan Tanah Abang dapat melintas lancar, dengan mayoritas pengendara tetap tertib mengikuti rambu lalu lintas.

Baca juga: Memanas! Massa Demo Rusak Pagar DPR dan Bakar Ban, Brimob Bersenjata Lengkap Siaga

Kontras Pemandangan di Kolong Flyover JCC

Pemandangan berbeda justru tersaji di bawah kolong flyover Jakarta Convention Center (JCC) yang mengarah ke Gedung DPR RI.

Di titik ini, blokade berlapis diterapkan.

Arus kendaraan dari arah Polda Metro Jaya tegas dialihkan menuju Pintu 10 Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Ribuan personel Brimob Polda Metro Jaya bersiaga bersama deretan kendaraan taktis.

Berbalut rompi pelindung dan menenteng senapan gas air mata, para petugas ini tampak mengambil jeda.

Duduk beralaskan aspal, mereka bersiaga menunggu komando lanjutan dengan tameng yang disandarkan rapi di tepi trotoar.

Menariknya, ketegangan barikade ini melebur dengan denyut nadi kehidupan ibu kota.

Ribuan warga—dari anak-anak hingga pengemudi ojek online—tampak membaur dengan santai, mengabadikan momen istirahat para aparat menggunakan ponsel mereka.

Kehadiran pedagang kopi keliling dan penjual buah potong yang menjajakan dagangannya di antara aparat dan massa semakin menguatkan potret humanis di tengah pusaran aksi unjuk rasa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.