Dinkes Balangan Sasar 31 Lokus untuk Skrining Tuberkulosis, Upaya Putus Rantai Penularan Hingga Desa
Irfani Rahman August 27, 2026 08:50 PM

​BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN-Upaya melepaskan masyarakat dari bayang-bayang penyakit Tuberkulosis (TBC) nampaknya terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan

Melalui program nasional bersumber anggaran APBN Kementerian Kesehatan, langkah penelusuran kasus kini merambah hingga ke pelosok desa.

Khusus di Kabupaten Balangan, Dinkes Balangan menargetkan 31 lokus yang menjadi sasaran untuk kegiatan skrining sekaligus edukasi pencegahan virus tersebut. Setiap lokus ada 100 warga yang menjadi sasaran.

Kegiatan ini juga terintegrasi dengan program cek kesehatan gratis yang sudah lama digalakkan oleh Dinkes Balangan.

​Pengelola Program Tuberkulosis Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Utami Setyaningsih menyampaikan bahwa penentuan desa sasaran didasarkan pada peta riwayat ditemukannya kasus TBC. 

Baca juga: Dampak Hujan dan Angin Kencang di Balangan, 3 Pohon di Desa Mantuyan Tumbang Mengenai Dapur Warga

Baca juga: Setubuhi Siswi, Oknum Guru PPPK di Tanahbumbu Ini Diringkus Polisi, Sejak Korban Berusia 16 Tahun

Pengelola Program Tuberkulosis Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Utami Setyaningsih menyampaikan bahwa penentuan desa sasaran didasarkan pada peta riwayat ditemukannya kasus TBC.

​"Lokus-lokus yang kami pilih ini harus ada terindikasi positif tuberkulosis. Jadi dari 100 peserta yang dipilih itu tidak cuma-cuma, ada persyaratannya. Pertama diprioritaskan kontak serumah dan kontak erat dari pasien tuberkulosis," ujar Utami saat pelaksanaan skrining tuberkulosis di Desa Nungka, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kamis (27/8/2026).

​Ia menambahkan, Desa Nungka menjadi salah satu lokasi pelaksanaan, menyusul delapan lokus terdahulu seperti Desa Galumbang Kecamatan Paringin Selatan, Desa Mantimin, Banua Hanyar, Mampari, Kecamatan Batumandi, Desa Teluk Karya, Kandang Jaya di Kecamatan Lampihong, Desa Baruh Penyambaran di Kecamatan Halong, serta Kalahiang dan Paringin Timur.

​Penjaringan peserta kata Utami dilakukan secara ketat untuk menembus lingkaran rentan. Syaratnya, selain kontak erat, warga dengan faktor risiko tinggi turut dirangkul dalam pemeriksaan mendalam. Kemudian sisanya faktor risiko yang besar terkena tuberkulosis seperti diabetes mellitus, kemudian lansia, balita, atau perokok.

​Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan ungkap Utami, melalui pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang kini telah tersedia di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Balangan, petugas medis telah mengonfirmasi satu kasus positif yang langsung mendapatkan pengobatan intensif.

​"Saat ini yang baru terkonfirmasi positif itu baru ada satu. Kalau hasilnya positif langsung pengobatan tuberkulosis. Kalau hasilnya negatif tapi masih mengarah gejala TBC, itu dirujuk rontgen," bebernya.

​Lewat skrining menyeluruh dan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis bagi kontak sehat kata Utami, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan optimistis dapat melindungi masyarakat sekaligus menyukseskan target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030 mendatang.

Ia pun berharap dengan adanya pelaksanaan skrining tersebut, maka ke depannya pada tahun 2030, Kabupaten Balangan mencapai eliminasi tuberkulosis dan mampu memutus rantai penularan penyakit tersebut.


(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.