SI TELUR PETIS 2.0 Efektif Membantu Pasien Hipertensi dan Diabetes di Luar Ruang Periksa
Hari Susmayanti August 27, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penanganan hipertensi atau diabetes tidak bisa hanya mengandalkan saat pasien berada di ruang periksa atau dalam pengawasan medis, baik dokter maupun tenaga perawat.

Pasien tetap butuh pendampingan saat mereka lepas dari ruang periksa.

Karakteristik klinis penyakit tidak menular tersebut  menuntut kepatuhan terapi farmakologis tanpa putus, kepatuhan diet, serta modifikasi gaya hidup yang berkesinambungan. 

Kendati demikian, fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas dan klinik pratama kerap terbentur disparitas spasial, beban kerja klinis, serta keterbatasan logistik dalam memantau dinamika kondisi pasien begitu mereka melangkah keluar dari ruang periksa.

Kekosongan pemantauan pascakunjungan inilah yang kerap menjadi titik rawan kegagalan terapi.

Di satu sisi, pasien kerap mengalami kelelahan kepatuhan serta minim pengawasan mandiri. 

Di sisi lain, tenaga kesehatan kehilangan kesinambungan data pemantauan berkala secara langsung.

Hal itulah yang melatarbelakangi lahirnya aplikasi SI TELUR PETIS 2.0, aplikasi yang memungkinkan pendampingan perawat terhadap pasien selama 24 jam.

Aplikasi ini lahir dari penelitian yang dilakukan oleh tim lintas disiplin ilmu yang dipimpin oleh Mei Rianita Elfrida Sinaga, S.Kep., Ns., M.Kep, dengan anggota Cosmas Haryawan, S.TP., S.Kom., M.Cs.  dan  Dr. Ontran Sumantri Riyanto, S.H., M.H.

SI TELUR PETIS 2.0 adalah Sistem Telenursing untuk Pencegahan Hipertensi dan Diabetes Melitus.

Baca juga: SAFEnet Beri Panduan Keamanan Digital Saat Datang ke Lokasi Aksi Demonstrasi

Inovasi ini mengartikulasikan kebaruan konseptual yakni mentransformasi paradigma pemantauan reaktif menjadi model pendampingan proaktif terintegrasi. 

Berbasis sistem operasi telepon pintar dan komputasi awan, platform ini merevitalisasi relasi terapeutik antara perawat dan pasien. 

Pasien memperoleh akses komprehensif terhadap modul edukasi kesehatan terstruktur, pengingat minum obat mandiri, catatan harian pemantauan parameter tekanan darah dan gula darah, kuesioner skrining berkala, hingga saluran interaksi telekonsultasi langsung bersama tenaga keperawatan.

Secara simultan, perawat di fasilitas primer dibekali dasbor digital terpusat untuk memantau perkembangan kohort pasien sekaligus menyusun dokumentasi asuhan keperawatan secara terpadu.

Pengembangan SI TELUR PETIS 2.0 melampaui simplifikasi digitalisasi dokumen biasa. 

Sistem ini menancapkan fondasi operasionalnya pada Standar Operasional Prosedur keperawatan jarak jauh yang rigid. 

Dari perspektif riset dan teknologi, prototipe aplikasi telah melewati pengujian relevan di lingkungan simulasi dan kini memasuki fase validasi operasional lapangan multi lokasi. Tahapan ini mencakup evaluasi kinerja sistem, penerimaan pengguna, serta uji kesiapan adopsi kelembagaan di layanan primer, sebagaimana diujicobakan bersama Puskesmas Banguntapan III Bantul dan Klinik Titian Medika menuju tahap hilirisasi dan komersialisasi.

Pijakan interdisipliner riset ini menopang tiga pilar fundamental yakni ketepatan asuhan klinis keperawatan, keandalan arsitektur teknologi informasi, dan kepatuhan terhadap regulasi hukum kesehatan serta perlindungan data pribadi medis.

Integrasi proses asuhan keperawatan digital mentransformasi peran perawat dari sekadar pelaksana administratif menjadi manajer asuhan mandiri yang adaptif. 

Pendekatan ini menjamin terciptanya layanan yang aman, ramah pengguna, terpadu, dan berorientasi jangka panjang.

Transformasi digital layanan kesehatan primer bukan lagi sekadar pelengkap sarana teknis, melainkan keniscayaan etis dan manajerial untuk memperluas jangkauan intervensi promotif serta preventif secara inklusif. 

Melalui konvergensi teknologi tepat guna dan penguatan tata kelola klinis berbasis keperawatan jarak jauh, SI TELUR PETIS 2.0 membuktikan bahwa hilirisasi riset perguruan tinggi mampu menjadi instrumen nyata yang menjembatani ruang rawat dengan kehidupan keseharian masyarakat di garda terdepan sistem kesehatan nasional. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.