WBP Rutan Manna Ikuti Pesantren Kilat, Jadi Bekal untuk Kembali ke Tengah Masyarakat
Hendrik Budiman August 27, 2026 09:53 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Manna mengikuti kegiatan pesantren kilat angkatan pertama, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Graha Serbaguna Rutan Kelas IIB Manna tersebut menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan bagi para WBP selama menjalani masa pembinaan.

Dalam kegiatan tersebut, para WBP mendapatkan berbagai materi keagamaan, mulai dari sejarah Islam, fikih, hadis hingga pembelajaran membaca Al-Qur'an.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, mengatakan pesantren kilat ini tidak hanya digelar sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membekali WBP sebelum kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara rutin satu bulan sekali.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, WBP setelah pulang nanti mereka bisa taat terhadap agama dan bisa berbaur dengan masyarakat,” ujar Hannibal kepada TribunBengkulu.com, Kamis (27/8/2026).

Bentuk Karakter WBP Jadi Lebih Baik

Hannibal menjelaskan, pembinaan keagamaan merupakan salah satu cara untuk membentuk karakter WBP agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Pembinaan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk membantu WBP selama berada di dalam rutan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu menjalani kehidupan secara positif setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Dalam pesantren kilat tersebut, para WBP juga mendapatkan siraman rohani dari Ustaz Watang.

Materi yang disampaikan berisi pemahaman keagamaan sekaligus motivasi agar para WBP terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Hannibal berharap kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut dapat memberikan perubahan positif terhadap sikap dan perilaku para WBP.

Ia juga mengingatkan agar ilmu agama yang diperoleh selama mengikuti pembinaan tidak berhenti ketika mereka keluar dari rutan.

“Jangan sampai ilmu yang didapat hanya selama berada di rutan. Kami berharap ilmu agama ini terus diamalkan dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke keluarga serta masyarakat,” pungkas Hannibal.

Melalui pesantren kilat tersebut, Rutan Kelas IIB Manna berharap para WBP memiliki pemahaman keagamaan yang lebih baik sekaligus bekal untuk membangun kehidupan yang lebih positif setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.