SURYA.CO.ID, JOMBANG – Jalan Abdul Wahab Hasbulloh mendadak dilautan manusia usai penutupan seremonial pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Nusantara hingga luar negeri tampak berjubel memenuhi kawasan di sekitar Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Kepadatan arus manusia itu memuncak begitu acara pembukaan yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai digelar.
Kerumunan warga berbusana hijau khas NU kian menyemarakkan atmosfer perhelatan akbar lima tahunan itu.
Baca juga: Breaking News : Presiden Prabowo Serukan Jas Ijo untuk Jasa Ulama saat Buka Muktamar ke-35 NU
Kepadatan massa yang melimpah ke jalan raya memicu kemacetan parah di sepanjang Jalan Abdul Wahab Hasbulloh hingga beberapa kilometer.
Aparat kepolisian bersama Panitia Lokal (Panlok) terus berjibaku mengatur dan mengurai antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di titik lokasi.
Baca juga: Pria Surabaya Jual 500 Kipas Bergambar Gus Yahya di Muktamar NU ke-35 Jombang, Jadi Bentuk Dukungan
Atmosfer penyelenggaraan di Kota Santri ini dirasakan sangat spesial dan berbeda dibandingkan pelaksanaan Muktamar di Lampung pada 2021 lalu.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Muhammad Syaifullah (58), mengaku begitu terkesan dengan kemegahan acara yang dihadiri jajaran pimpinan negara itu.
"Muktamar Ke-35 di Jombang sangat berbeda, suasananya yang paling berasa apalagi ini di kawasan Pondok Pesantren Tambakberas," ujar Syaifullah kepada SURYA.CO.ID.
"Kesannya baik dan positif untuk arah NU ke depan. Semoga apa yang disampaikan oleh Presiden, Ketum dan panitia itu akan bisa terwujud," jelasnya.
Baca juga: Pameran Turots di Muktamar NU Tampilkan Naskah Kuno, Khofifah: Harus Dihidupkan
Syaifullah yang datang memboyong 17 muktamirin bersuara sah asal Sumatera Selatan mengaku sangat bangga bisa hadir langsung di tanah kelahiran NU.
Ia berharap kesuksesan gelaran besar ini dapat membawa dampak positif bagi kepengurusan PBNU di masa mendatang.
"Sangat senang karena asal muasal berdirinya NU itu dari sini, kita berharap Muktamar ini dan untuk PBNU ke depannya mudah-mudahan bisa sukses kalau ini sukses maka menggambarkan sukses kedepannya juga kepengurusan NU di masa mendatang," pungkasnya.