Sarat Pesan Moral, Gelar Kebangsawanan Jadi Amanah Jaga Marwah Melayu
Eti Wahyuni August 27, 2026 10:54 PM

TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - Yang Teramat Mulia (YTAM) Raja KejeruanMetar Bilad Deli XI, Tuanku Muhammad Fauzi, bergelar Al Mulk Akbar Shah, menyampaikan Amaran Diraja yang sarat pesan moral kepada para penerima gelar kebangsawanan.

Dalam Majelis Merafak Sembah Tahniah sempena Hari Jadi Ke-16 Pernikahannya bersama Yang Amat Mulia (YAM) Permaisuri Anita di Hotel Miyanna Medan, Sabtu (22/8/2026), Tuanku menegaskan bahwa gelar Datok dan Datin bukanlah sekadar kebanggaan, kehormatan atau pun simbol kedudukan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijunjung tinggi dalam menjaga adat, marwah dan kehidupan ber-Melayu.

Dalam Amaran Dirajatersebut, Tuanku Muhammad Fauzi mengingatkan seluruh penerima anugerah agar gelar yang telah dikurniakan tidak berhenti sebagai sebutan di depan nama. Menurutnya, para Datok dan Datin yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Kejeruan Metar Bilad Deli memiliki tanggungjawab moral untuk terus mengamalkan nilai-nilai adat Melayu yang selaras dengan syariat Islam serta mengaplikasikan kecakapan dan pengabdiannya untuk kemaslahatan umat dan masyarakat hingga akhir hayat. 

Baca juga: Sinandong dan Sakralitas Melayu Deli Medan, Dayang Nan Tujuh Bikin Panggung Jakarta Terpukau

“Melayu sebagai bangsa besar, eksistensinya di dunia tidak perlu diragukan. Tinggal lagi bagaimana puak-puak Melayu mengarahkan langkahnya pada masa kini dan masa hadapan,” menjadi inti pesan yang disampaikan Raja.

Pesan tersebut disampaikan dalam suasana penuh khidmat pada Majelis Merafak Sembah Tahniah yang sekaligus menjadi momentum penganugerahan gelar kebangsawanan dan kurnia kehormatan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi, kecakapan serta jasa dalam menjaga eksistensi Kejeruan Metar Bilad Deli dan Melayu di Tanah Deli.

Prosesi penganugerahan diawali dengan masuknya iringan Raja KejeruanMetar Bilad Deli XI bersama Permaisuri ke balairung, yang diikuti Datok Laksamana, Datok Panglima Perang, Datok Bentara Kiri, Datok Bentara Kanan, para prajurit serta dayang-dayang.

Setelah Raja dan Permaisuri duduk di singgasana kebesaran, satu per satu kezuriatan, Datok Perangkat dan Datin memasuki balairung. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa oleh Datok Imam dan alu-aluan mengenai KejeruanMetar Bilad Deli oleh Datok Setia Diraja.

Penerima anugerah kemudian dipanggil satu per satu untukmenerima selempang, keris dan pingat, dilanjutkan pembacaan ikrar serta penandatanganan ikrar sebagai simbol kesiapan menerima dan menjalankan amanah. Seluruh prosesi adat dibuka dan ditutup oleh Penghulu Balai.

Majelis yang dimulai pukul 10.00 WIB itu turut dihadiri Anggota DPRD Sumatera Utara Komisi IV Fajri Akbar, Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbudparekraf Provinsi Sumatera Utara Sylvia Rosita Armayanti Lubis, Joe selaku perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara, serta unsur kedatukan dan organisasi masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.