RAPBN 2027 Capai Rp4.097 Triliun, Ini Program Prioritas Pemerintah
Wawan Akuba August 27, 2026 11:42 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM--Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah mengalokasikan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun.

Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai program kerja prioritas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Purbaya mengatakan RAPBN 2027 dirancang dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keberlanjutan fiskal negara.

Baca juga: Produksi Ikan Terpengaruh Cuaca, Dinas Perikanan Gorontalo Siapkan Langkah Antisipasi

"APBN tahun 2027 kita rancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih cepat dengan tetap menjaga kesehatan APBN," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (27/8/2026).

Menurut Purbaya, RAPBN 2027 akan difokuskan pada delapan klaster program kerja prioritas nasional serta satu program pendukung atau enabler yang mencakup 60 program kerja.

Salah satu fokus belanja negara diarahkan pada sektor pendidikan.

Anggaran pendidikan antara lain digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, sekolah terintegrasi, revitalisasi sekolah dan madrasah, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kesehatan hingga Perlindungan Sosial

Di sektor kesehatan, pemerintah memprioritaskan pemerataan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal dan daerah yang masih memiliki keterbatasan layanan dasar.

Pemerintah juga akan memperkuat transformasi sistem kesehatan, mengoptimalkan layanan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), memperluas pemeriksaan kesehatan, serta melakukan revitalisasi rumah sakit.

Belanja negara juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial.

Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, menjaga daya beli, mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan.

Infrastruktur dan Perumahan

Pemerintah turut mengalokasikan belanja untuk pembangunan infrastruktur.

Pembangunan tersebut mencakup infrastruktur konektivitas, ketahanan pangan dan energi, fasilitas penunjang hilirisasi dan pusat pertumbuhan, hingga penataan kembali infrastruktur di wilayah terdampak bencana.

Selain itu, pemerintah mendorong penyediaan rumah murah, renovasi rumah dengan sanitasi yang baik, serta penataan permukiman dan lingkungan.

Purbaya menegaskan APBN memiliki fungsi strategis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.426 triliun.

Sementara defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pemerintah juga memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 sebesar 6 persen, dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.