Malam Puncak Kemerdekaan Berubah Membara, Ijazah hingga KK Anggota Kodim Tana Tidung Hangus
Cornel Dimas Satrio August 27, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Suasana khidmat dan semarak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara) berujung duka bagi Sertu Ragil Syahputra.

Anggota Kodim 0914/Tana Tidung ini harus merelakan tempat tinggal beserta seluruh harta bendanya ludes dilahap si jago merah, Senin (17/8/2026) malam.

Musibah kebakaran yang melanda kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Desa Tideng Pale dan Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, itu terjadi sekitar pukul 21.20 WITA. Api berkobar hebat hingga menghanguskan 39 unit bangunan di permukiman padat tersebut.

Saat insiden terjadi, Sertu Ragil tidak berada di tempat kosnya. Ia tengah menjalankan tugas lembur di markas untuk mempersiapkan rangkaian perayaan hari kemerdekaan.

"Saya waktu kejadian itu ada di kantor sedang lembur dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan untuk acara lomba 17 Agustus. Setelah selesai semuanya, saya lihat di grup ada Bapak Dandim share ada kebakaran di Rumah Makan Arema. Saya langsung ke sana," ujar Ragil.

Baca juga: 33 KK Penyintas Kebakaran Tana Tidung Terima Bantuan, 99 Persen Sudah Tersalurkan

Namun, kepulangannya disambut kobaran api yang sudah membesar. Tempat kos yang ditinggalinya bersama dua rekan sesama anggota TNI di kawasan belakang Serba 35 telah habis terbakar. Kerumitan akses gang makin menyulitkan evakuasi barang.

"Setibanya di sana belakang Serba 35 itu sudah habis terbakar, api sudah besar. Saya cek di situ sudah enggak ada yang terselamatkan, barang-barang saya," katanya.

"Saya salah satu korban kebakaran dan salah satu anggota TNI yang ngekost di situ. Dalam satu rumah itu ada tiga orang anggota, semua kebetulan tidak ada yang di dalam kos, sudah keluar," lanjut Ragil.

Tak ada satu pun barang berharga yang sempat ia selamatkan. Selain seragam dinas, barang elektronik, mesin cuci, kulkas, hingga uang tunai Rp3 juta, stok barang dagangan perlengkapan militer milik Ragil juga hangus. Hanya pakaian yang melekat di badan yang tersisa.

"Yang selamat cuma baju di badan. Tidak ada yang selamat seperti pakaian dinas," ungkapnya.

Duka mendalam kian terasa lantaran dokumen-dokumen penting milik pribadi dan keluarganya, mulai dari ijazah, Kartu Keluarga (KK), hingga akta lahir anak ikut musnah terbakar.

"Perasaan saya sudah campur aduk, sedih iya, kecewa juga. Begitu pulang sudah habis semua, termasuk berkas-berkas hilang seperti akta anak, KK, ijazah juga sudah hangus terbakar semua," tuturnya pilu.

Untuk menata kembali dokumen yang hangus, Ragil mendatangi posko darurat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tana Tidung di Pendopo Djaparudin. Beruntung, ia masih menyimpan salinan foto dari dokumen-dokumen tersebut di telepon selulernya untuk diverifikasi ulang.

"Saya bersama rekan saya sudah ke pendopo, kebetulan di sana ada buka posko Disdukcapil. Untungnya masih ada foto-foto seperti KK, nomor dan NIK dan akta kelahiran, jadi sedang diurus mereka," jelasnya.

Kini, di tengah penantian kepastian bantuan dari pemerintah daerah maupun tempatnya mengabdi, sang prajurit harus mengungsi dan tidur beralaskan matras sederhana di kantor Kodim.

"Sementara saya tinggal di pos penjagaan, kadang di kantor. Saya di staf itu ada gelar matras, jadi sementara saya tinggal di situ," ujarnya.

Mengenai bantuan, ia mengaku masih menunggu kepastian lebih lanjut. "Sementara ini dari Komandan Kodim belum ada, tapi saya dengar ada bantuan dari Dandim ada dan dari pemerintah daerah juga ada. Tapi itu yang baru saya dengar, pastinya kapan belum tahu. Saya juga menunggu dengan rekan-rekan saya," pungkas Ragil.

Baca juga: 39 Unit Bangunan Dilalap Api, Pendopo Djaparudin Jadi Tempat Tinggal Sementara Korban Kebakaran

Kronologi Kebakaran

Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 21.20 WITA.

Kobaran api dengan cepat menjalar, dan membakar sejumlah bangunan yang berada di kawasan tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Tidung, Didik Darmadi mengatakan api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang Warung Arema.

"Kronologi awalnya api diduga bermula dari belakang Warung Arema.

Kemudian menjalar menuju toko kelontong, gudang, toko mebel, dan rumah kontrakan," ujar Didik kepada TribunKaltara.com di Tideng Pale.

Bangunan yang terbakar mayoritas merupakan bangunan berbahan kayu, dan semi permanen.

Api juga membakar sejumlah fasilitas usaha dan tempat tinggal warga.

"Jenis bangunannya kayu dan semi permanen," jelasnya.

Adapun bangunan yang terdampak meliputi rumah warga, rumah kos atau kontrakan, warung makan, toko sembako, gudang hingga toko mebel.

Didik mengatakan, penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan.

Petugas masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi.

Dalam proses pemadaman, sejumlah unsur dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran.

Di antaranya BPBD, PMK, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Yonif TP 922/Upun Taka, Polsek, Satpol PP, Kodim 0914/Tana Tidung, serta masyarakat.

Sejumlah armada juga diterjunkan, mulai dari tiga unit mobil pemadam PMK, dua unit mobil pemadam Yonif, hingga kendaraan suplai dari BPBD, KPH, PDAM dan masyarakat.

"Petugas dan unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi," katanya.

Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

(*)

Penulis : Rismayanti 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.