AS Tawarkan Keringanan Sanksi kepada Iran, Asal Selat Hormuz Dibuka Kembali
Ansari Hasyim August 27, 2026 11:22 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat dilaporkan menawarkan keringanan sanksi ekonomi kepada Iran sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian serangan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Teheran di kawasan.

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Washington terhadap Iran dan ketegangan yang masih membayangi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Menurut laporan media Saudi Al Arabiya, proposal Amerika Serikat disampaikan kepada pejabat Iran oleh Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dalam kunjungannya ke Teheran.

Sumber senior yang dikutip media tersebut, Kamis (27/8/2026) menyebut proposal Washington pada intinya meminta Iran memulihkan navigasi melalui Selat Hormuz serta menghentikan serangan kelompok-kelompok yang menjadi sekutunya.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat disebut menawarkan penghentian kampanye tekanan ekonomi terbaru dan pencabutan sebagian sanksi terhadap Teheran.

Baca juga: Hamas Siap Letakkan Senjata dan Kekuasaan, Jalan Damai Gaza Memasuki Babak Baru

Jika benar, tawaran tersebut menunjukkan adanya jalur diplomasi di tengah meningkatnya tekanan antara Washington dan Teheran.

Tekanan AS Makin Keras

Tawaran diplomatik yang dilaporkan itu datang ketika Amerika Serikat justru memperluas tekanan ekonomi terhadap Iran.

Departemen Keuangan AS baru-baru ini mengumumkan sanksi yang menyasar sekitar 60 individu, entitas, dan kapal yang dituding memiliki keterkaitan dengan Iran.

Washington juga memperingatkan pemerintah serta perusahaan asing yang tetap melakukan transaksi dengan Teheran bahwa mereka berpotensi menghadapi tindakan tambahan.

Dalam situasi tersebut, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu isu paling penting dalam upaya meredakan ketegangan.

Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut merupakan jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan itu dapat memengaruhi pengiriman minyak, pasokan energi dan harga komoditas di pasar global.

Pakistan Berusaha Menjadi Mediator

Kunjungan Asim Munir ke Teheran merupakan bagian dari upaya mediasi Pakistan untuk mencegah munculnya kembali eskalasi militer dan mencari solusi atas perselisihan mengenai navigasi di Selat Hormuz.

Pejabat Iran menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai perkembangan diplomatik yang signifikan. Sementara Pakistan menyatakan diskusi berfokus pada upaya de-eskalasi serta pemulihan lalu lintas maritim.

Namun, Teheran belum memberikan jawaban final terhadap proposal Amerika Serikat yang dilaporkan tersebut.

Pejabat Iran Mohsen Rezaei mengatakan pemerintah akan melakukan konsultasi internal sebelum menentukan sikap.

Oman-Iran Siapkan Jalur Alternatif

Di tengah kebuntuan tersebut, Oman dan Iran secara terpisah juga membahas kerangka bertahap untuk membangun koridor pelayaran gabungan sementara melalui Selat Hormuz.

Langkah itu menunjukkan bahwa sejumlah jalur diplomatik sedang ditempuh untuk menghidupkan kembali lalu lintas kapal komersial.

Sebelumnya, kapal-kapal dagang dan tanker minyak telah menunggu di kawasan Teluk Oman karena ketidakpastian mengenai keamanan dan akses pelayaran melalui selat tersebut.

Menurunnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz telah meningkatkan kekhawatiran mengenai kelancaran ekspor minyak dan potensi gangguan pasokan energi dunia.

Kini, perhatian tertuju pada keputusan Teheran. Jika Iran menerima proposal tersebut dan navigasi kembali normal, tekanan terhadap perdagangan energi global berpotensi mereda.

Namun jika negosiasi kembali menemui jalan buntu, Selat Hormuz tetap menjadi titik rawan yang dapat mengguncang pasar energi dan memperbesar ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.