Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Depok bersama Dinkes dan DP3AP2KB menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Teratai Balai Kota Depok pada Rabu (26/8/2026).
Kegiatan deteksi dini dan pencegahan penyakit ini menyasar puluhan pegawai perempuan di lingkungan Pemkot Depok.
Layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga tes HPV DNA untuk pencegahan kanker serviks.
Baca juga: Warga Depok Siap-Siap, Jalan Pemuda Pancoran Mas Bakal Ditutup Total Besok Malam
Pemeriksaan spesifik HPV DNA ini ditujukan khusus bagi perempuan usia 30 hingga 69 tahun guna mengantisipasi kanker rahim sejak stadium awal.
Seorang peserta CKG, Nining Haryani (42), mengaku gembira dapat mengetahui kondisi kebugaran tubuhnya secara detail.
Nining berharap hasil tes pemeriksaan serviks yang diikutinya menunjukkan hasil yang baik.
"Harapan saya bisa mengetahui kondisi kesehatan serviks saya, seandainya misalkan hasilnya bagaimana-bagaimana kan kita bisa antisipasi sejak dini sebelum terlambat," ujar Nining Haryani saat ditemui di lokasi acara.
Menurut Nining, deteksi dini sangat penting mengingat kanker serviks merupakan salah satu ancaman kesehatan utama bagi wanita.
Ia pun mengapresiasi program CKG karena memberikan nilai manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat.
Antusiasme serupa ditunjukkan oleh Pengelola Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Depok, Nira Prianti (41), yang merasa sangat terbantu oleh kemudahan akses layanan kesehatan di area kerja.
Nira menilai efisiensi waktu menjadi keunggulan utama karena pegawai tidak perlu meninggalkan jam kerja terlalu lama ke fasilitas kesehatan luar.
Ia menambahkan bahwa skrining HPV DNA merupakan sarana deteksi vital yang dibutuhkan setiap wanita yang aktif secara seksual.
Ketersediaan tes HPV DNA di lokasi kerja menjadi solusi tepat di tengah terbatasnya kesempatan pegawai untuk melakukan pemeriksaan mandiri.
"HPV DNA ini sangat jarang ya mas, alhamdulillah banget Dinkes dan DP3AP2KB menyelenggarakan ini sehingga pegawai negeri sipil perempuan bisa langsung melaksanakan pengecekan," kata Nira.
Nira mengaku merasa jauh lebih tenang dan waspada terhadap kondisi kesehatan reproduksinya setelah berpartisipasi dalam program ini.
Deteksi Kanker Serviks
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, menyampaikan bahwa program ini digalakkan untuk mendeteksi dini faktor risiko kanker serviks sebagai kanker paling mematikan kedua pada wanita.
Rangkaian pemeriksaan CKG menyasar ASN maupun masyarakat umum dengan cakupan tes antropometri, tekanan darah, gula darah, hingga profil lipid bagi warga berusia di atas 40 tahun.
Khusus peserta wanita usia produktif yang telah menikah, panitia menyediakan layanan pemeriksaan DNA HPV dan tes Sadanis secara langsung.
Devi menjelaskan bahwa metode pemeriksaan DNA HPV memiliki tingkat akurasi tinggi di atas 80 persen dalam mendeteksi sel virus Human Papillomavirus.
Keunggulan deteksi DNA HPV dinilai lebih efektif dibandingkan metode konvensional karena mampu mengenali bahaya virus lebih cepat sebelum berkembang ke fase lanjut.
Meskipun kuota pendaftaran daring awal hanya terisi 20 peserta, antusiasme warga yang mendaftar langsung di lokasi meningkat tajam selama kegiatan.
Bagi warga yang hasilnya menunjukkan indikasi gejala, Dinkes akan merujuk pasien ke Puskesmas setempat untuk pemeriksaan penunjang seperti EKG maupun USG.
291.348 Orang Sarakan Manfaat CKG
Berdasarkan data Dinkes Kota Depok, jumlah peserta program CKG di Kota Depok telah menembus 291.348 orang per Juli 2026.
Devi mengapresiasi program Kemenkes ini sebagai langkah deteksi dini untuk menekan angka kematian akibat penyakit katastropik.
Sebanyak 39 Puskesmas di seluruh wilayah Kota Depok kini siap menyelenggarakan layanan CKG secara penuh bagi warga.
Masyarakat cukup membawa KTP untuk menjalani pemeriksaan fisik serta laboratorium secara cuma-cuma.
Devi mengimbau seluruh warga Depok untuk memanfaatkan fasilitas gratis ini agar potensi gangguan kesehatan dapat ditangani sedini mungkin.
"Pemerintah mengharapkan program ini bukan hanya sekadar menemukan kasus penyakit, tetapi ada tindakan terapi atau tata laksana medis,” tutup Devi. (m38)