TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Situasi di bawah Kolong Jembatan Kemanggisan Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026) pukul 23.00 WIB masih tampak keramaian warga.
Peristiwa ini terjadi selepas aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat.
Baca juga: Update Demo Jakarta, Massa Lakukan Pelemparan Batu, Polisi Pukul Mundur Pakai Gas Air Mata
Pantauan Tribunnews.com di lokasi, tampak lima truk colt diesel berwarna kuning sudah dalam kondisi hancur dirusak.
Kacanya pecah berserak di jalan, bodi mobil penyok, dan pintunya terkoyak.
Baca juga: Update Demo Jakarta, Massa Lakukan Pelemparan Batu, Polisi Pukul Mundur Pakai Gas Air Mata
Informasi yang diperoleh warga truk tersebut membawa massa dari kelompok ormas.
"Infonya begitu bawa massa ormas tadinya dari tol terus keluar lalu dirusak," kata warga yang turut menyaksikan insiden malam tersebut.
Menurut warga, massa dari kelompok tersebut melakukan penyerangan hingga warga sekitar ikut turun memberikan perlawanan.
Hingga larut malam, warga masih bertahan.
Belum ada aparat kepolisian yang datang ke lokasi.
Sejumlah gedung di sekitar tempat truk remuk terlihat mematikan lampu.
Petugas keamanan gedung juga bersiaga di depan gedung.
Kendaraan yang melaju dari arah Grogol menuju Silipi dialihkan oleh warga menuju arah Petamburan.
Di perempatan Slipi Jakarta Barat pos polisi juga terlihat hangus dibakar oleh massa.
Suasana tepat di lokasi masih terasa gas air mata.
Baca juga: Massa Demo di Depan DPR Dibubarkan Polisi, Water Cannon Ditembakkan
Operator Jalan Tol Jasa Marga melakukan penutupan sementara di sejumlah gerbang tol.
"19.03 WIB #Tol_DalamKota Akses masuk GT Cawang, GT Tebet, GT Kuningan, GT Senayan arah Grogol Ditutup Sementara, ada kegiatan penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR/MPR. Gunakan jalur alternatif," tulis keterangan resmi Jasa Marga lewat akun medsosnya.
Selain gerbang tol yang mengarah ke Grogol, penutupan sementara juga dilakukan di GT Angke 2, GT Jalembar 2, GT Tanjung Duren, GT Slipi 2, dan GT Pejompongan arah Cawang.
Pengguna jalan tol diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan akibat penutupan sementara tersebut.
Tol Dalam Kota masih ditutup untuk kedua jalurnya.
Sejumlah mobil patroli jalan raya (PJR) dan kendaraan operasional Jasa Marga tampak melintas di ruas Tol Dalam Kota guna memastikan kondisi.
Penutupan dilakukan sementara hingga situasi kembali kondusif.
Polri mengimbau peserta kegiatan penyampaian aspirasi untuk bersama-sama mengakhiri kegiatan secara tertib dan menjaga suasana tetap kondusif.
Imbauan tersebut disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya Kamis (27/8/2026).
“Polri menghormati setiap penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat, namun ketika waktu sudah memasuki malam hari, kami mengajak saudara-saudara yang masih berada di lokasi untuk bersama-sama mengakhiri kegiatan dengan tertib dan memberikan ruang kepada masyarakat lainnya untuk menjalankan aktivitas dengan nyaman,” ujarnya.
Johnny menegaskan, ruang publik merupakan ruang bersama yang harus dapat digunakan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Sebab itu, penyampaian aspirasi dan aktivitas masyarakat lainnya perlu berjalan secara seimbang.
“Aspirasi tetap kami hormati, dan pada saat yang sama mari kita beri kesempatan kepada masyarakat lainnya untuk kembali beraktivitas,” tuturnya.