Pemkab Tana Tidung Prioritaskan Jalan Fatmawati dan Akses Pelabuhan Feri Sebawang Ditangani APBN
Cornel Dimas Satrio August 28, 2026 02:31 AM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung memprioritaskan penanganan Jalan Fatmawati serta jalan akses menuju Pelabuhan Feri Sebawang agar dapat didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penanganan ruas strategis ini diusulkan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Langkah mengajukan infrastruktur vital ke pemerintah pusat ini diambil sebagai solusi mempercepat perbaikan jalan di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan pemangkasan APBD.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Tana Tidung, Didakus Pito, menegaskan bahwa penanganan via APBN sangat meringankan beban belanja daerah.

"Pastinya membantu karena kita tahu kondisi efisiensi saat ini. Kalau kita mau membangun semuanya itu tidak bisa langsung selesai, dan adanya program ini tentu meringankan kita juga dalam pembangunan jalan yang ada di daerah," ujar Pito, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: Tiga Ruas Jalan di Tana Tidung Diusulkan Masuk Program IJD, Ada Akses Menuju Pelabuhan Feri

Adapun tiga ruas yang diajukan Pemkab Tana Tidung mencakup Jalan Fatmawati segmen satu, Jalan Fatmawati segmen dua, serta jalan poros Pelabuhan Feri Sebawang. Ketiganya dipilih karena memiliki fungsi vital bagi konektivitas dan perekonomian warga.

Pito merincikan, akses ke Pelabuhan Feri Sebawang diprioritaskan karena menjadi satu-satunya urat nadi menuju sarana penyeberangan masyarakat.

Pelabuhan Feri Sebawang merupakan pintu gerbang utama penyeberangan kapal feri yang menghubungkan Kabupaten Tana Tidung dengan wilayah lain di Kalimantan Utara, seperti Kota Tarakan.

Lokasinya berjarak sekira 30 kilometer dari Pusat Kabupaten Tana Tidung.

Namun kondisi jalan menuju Pelabuhan Feri Sebawang masih didominasi tanah berkerikil dan rusak berlubang akibat sering dilewati truk muatan berat.

Karena belum terlapisi aspal sepenuhnya, jalan ini rentan becek, licin, dan berlumpur saat musim hujan deras. Sebaliknya, jalan cukup berdebu saat cuaca kering.

Sedangkan Jalan Fatmawati diproyeksikan sebagai jalur utama penghubung antarkecamatan menuju kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Tana Tidung.

"Kita menunjuk tiga titik ini melihat prioritas ke depan. Pelabuhan Feri kan itu pelabuhan penyeberangan kita yang satu-satunya akses bisa dilewati, ya jalan porosnya itu," jelas Pito.

"Yang kedua Jalan Fatmawati ini kan penghubung antarkecamatan ke Puspem nantinya sekaligus jalan pintas kalau kita bilang, karena jaraknya lebih dekat dari Kecamatan Muruk Rian dan Kecamatan Sesayap," imbuhnya.

Seluruh berkas pengusulan tiga ruas jalan tersebut telah diserahkan ke pusat. Pemkab Tana Tidung kini menanti keputusan resmi terkait ruas mana saja yang disetujui untuk dikerjakan.

"Kita sudah ajukan tiga ruas jalan, tapi kita tidak tahu yang mana saja nantinya akan dipilih. Kalau maunya kita semuanya dipilih tiga titik itu, tapi semuanya kembali ke pusat yang menentukan," katanya.

Pito menambahkan, pengerjaan fisik proyek IJD sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, sehingga daerah bertindak sebagai pengusul sekaligus penerima manfaat setelah pengerjaan rampung.

"Kita belum tahu kapan mulai pengerjaannya karena ini langsung dari pusat. Kita hanya menerima dan memanfaatkan jalan tersebut ketika sudah siap," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.