TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua remaja laki-laki di bawah umur menjadi korban penganiayaan oleh mantan bos tempat mereka bekerja sebagai pengantar galon isi ulang air minum di Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (20/8) sekitar pukul 11.00 WIB.
Keduanya dipukul di bagian perut karena dituduh mengambil pelanggan mantan bosnya. Keduanya berinisial B (17) dan J (16) menjadi korban penganiayaan oleh mantan bos mereka bernama Bembeng di Marelan Pasar 4 Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Kedua korban dipukul bagian perut, dijambak, dan ditoyor oleh mantan bosnya. Peristiwa itu diduga dipicu oleh aksi korban yang dianggap merebut pelanggan setelah mengisi tiga galon isi ulang air mineral di tempat baru mereka bekerja.
Sulastri selaku ibu korban berinisial B, menjelaskan bahwa anaknya bersama J bekerja ditempat pelaku, sebagai pengantar air minum isi ulang. Namun, depot air minum isi ulang tempat terduga pelaku bernama Bembeng ini sudah tidak buka usahanya selama kurang lebih satu minggu. Keduanya pun akhirnya mencari tempat kerjaan.
Selama hampir satu bulan setengah keduanya tidak bekerja ditempat terduga pelaku. Namun, ada salah satu pelanggan memanggil korban untuk diminta mengisi ulang air mineral, keduanya pun mengambil tiga botol galon air dan mengisi air minum isi ulang ke tempat depot baru mereka.
Baca juga: Nyambi Edarkan Pod Getar, DJ di Medan Ditangkap
"Saat melintas di rumah pelanggan, salah satu warga memanggil dan meminta diisikan tiga galon air. Namun, karena tempat air milik Bembeng tutup selama satu minggu, warga tersebut meminta tolong diisikan di tempat keduanya bekerja," ujar Sulastri saat ditemui, Kamis (27/8).
Akibat kejadian itu, terduga pelaku Bembeng disebut tidak senang. Bersama istrinya, Bembeng mendatangi kedua korban dan melakukan penganiayaan serta pengancaman. "Saya selaku orang tua enggak terima anaknya diperlakukan keji, sementara itu saya enggak pernah memukul anak saya, sejahat apapun anak saya ke orang tuanya, dibicarakan bagus-bagus," ungkapnya.
Sulastri mengaku telah melaporkan kasus ini ke Polres Pelabuhan Belawan dan berharap terduga pelaku segera ditangkap serta bertanggung jawab atas perbuatannya. "Sudah buat laporan, tinggal menunggu hasil visum. Saya berharap pelaku bertanggungjawab dengan perbuatannya,” katanya.
Hingga kini, kata sulastri, kedua korban masih ketakutan keluar rumah karena takut bertemu mantan bosnya. (cr9/Tribun-Medan.com)