Tim Kesehatan Unpad dan Unipa Maumere Buka Layanan Kesehatan di Palue, Oktovianus: Terima Kasih
Cristin Adal August 28, 2026 04:47 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Kehadiran tim kesehatan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membantu menenangkan warga yang masih menghadapi dampak gempa Flores.

Tim yang datang bersama alumni Unpad tersebut membuka pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Kehadiran mereka sekaligus menjadi bentuk dukungan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang aksesnya harus ditempuh melalui jalur laut.

Oktovianus Ware, guru SD di Lei, Desa Tuanggeo, mengapresiasi perhatian yang diberikan kedua perguruan tinggi tersebut kepada masyarakat Palue. Ia mengatakan, kedatangan tim kesehatan membuat warga merasa tidak sendirian menghadapi kondisi pascagempa.

"Saya atas nama warga menyampaikan terima kasih kepada Tim Kesehatan Unpad Bandung, Unipa Maumere dan alumni Unpad yang telah datang membantu kami. Warga bisa berobat dan diperiksa kesehatannya pascagempa. Terima kasih atas perhatian bagi kami," ujar Oktovianus dalam rekaman video yang diterima TRIBUNFLORES.COM, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: Tambatan Kapal di Pelabuhan Kewapante Patah, Distribusi Logistik ke Pulau Palue Terhambat

Oktovianus menilai pelayanan kesehatan tersebut penting bagi warga yang masih berada dalam situasi pemulihan setelah gempa.

Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan, warga juga merasakan adanya dukungan dari pihak luar yang datang langsung ke wilayah mereka.

Kehadiran tim kesehatan Unpad dan Unipa di Tuanggeo menjadi bagian dari respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak gempa.

Rektor Unipa, Dr. Jonas KGD Gobang, mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat Palue mempercepat proses pemulihan.

"Unipa dan Unpad berkolaborasi agar ada kehidupan dan senyuman serta harapan baru bagi warga Palue. Kita ingin semua bangkit dan tahu kalau Unpad dan Unipa akan hadir bersama warga Palue, Sikka dan Flores," kata Jonas.

Menurut Jonas, kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat terdampak bencana tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan dukungan kepada masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

Baca juga: Pascagempa Flores, Ini Daftar Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tingkat Maumere NTT

Akses di Pulau Palue

Desa Tuanggeo berada di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Wilayah ini termasuk kawasan yang terdampak gempa Flores pada 15 Agustus 2026.

Pulau Palue berada di sebelah utara laut Pulau Flores dan dikenal sebagai wilayah yang memiliki akses transportasi laut dari Maumere.

Untuk mencapai Desa Tuanggeo dari Maumere, perjalanan harus dilakukan menggunakan kapal motor dengan waktu tempuh sekitar empat hingga lima jam.

Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran bantuan dan pelayanan bagi masyarakat setelah bencana. Sebagian besar warga Desa Tuanggeo bekerja sebagai petani.

Dengan membuka pelayanan kesehatan secara langsung di desa, tim Unpad dan Unipa dapat memberikan pemeriksaan kepada warga tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.