TRIBUNKALTIM.CO - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,5 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (28/8/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi awal BMKG, gempa terjadi pada pukul 03.56.03 WIB dengan lokasi di 8,83 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur, atau sekitar 76 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur.
Pusat gempa berada pada kedalaman 31 kilometer.
Sesudahnya, ada juga informasi gempa sebagai berikut:
Gempa bumi juga terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat pagi. Sejumlah gempa dengan kekuatan relatif kecil tercatat mengguncang wilayah sekitar Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Gempa berkekuatan Magnitudo 2,4 terjadi pada pukul 04.10.35 WIB.
Baca juga: ERT MHU Bersama ESDM Salurkan Bantuan ke 3 Desa Terdampak Gempa di Manggarai NTT
Lokasi gempa berada di 7,79 Lintang Selatan dan 120,39 Bujur Timur, atau sekitar 91 kilometer barat laut Ruteng, Manggarai, NTT.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 22 kilometer.
Selanjutnya, gempa Magnitudo 2,7 tercatat terjadi pada pukul 04.18.26 WIB.
Pusat gempa berada di 8,21 Lintang Selatan dan 120,51 Bujur Timur, sekitar 44 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.
Tak lama berselang, gempa lainnya kembali terjadi di wilayah NTT pada pukul 04.20.38 WIB.
Gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 3,1 dengan lokasi di 8,29 Lintang Selatan dan 120,60 Bujur Timur, atau sekitar 38 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.
Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.
Rentetan gempa tersebut menunjukkan aktivitas gempa masih terjadi di sejumlah wilayah NTT.
Gempa-gempa berkekuatan kecil masih kerap tercatat setelah sebelumnya wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa besar berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Dengan demikian, aktivitas gempa susulan masih menjadi perhatian di kawasan NTT setelah gempa kuat tersebut mengguncang Flores.
Namun, informasi mengenai gempa yang disampaikan BMKG merupakan hasil pengolahan awal yang mengutamakan kecepatan penyampaian informasi.
BMKG menyatakan data tersebut masih dapat berubah seiring dengan kelengkapan data dan hasil analisis lebih lanjut.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
BMKG menyediakan beberapa sumber resmi untuk memantau gempa bumi secara cepat dan langsung:
1. Gempa Bumi Real-time BMKG – Menampilkan daftar gempa terbaru termasuk waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, dan lokasi.
2. Halaman Gempa Bumi Terkini BMKG – Informasi gempa bumi terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
3. InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) – Situs inti untuk informasi gempa signifikan dan potensi tsunami, termasuk katalog kejadian penting.
4. Aplikasi Resmi Info BMKG – Aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang menyediakan informasi gempa bumi real-time, prakiraan cuaca, kualitas udara, serta potensi tsunami.
Berikut langkah mudah untuk cek gempa terkini:
1. Buka situs utama BMKG: https://www.bmkg.go.id/
2. Pilih menu “Gempabumi & Tsunami”.
3. Klik “Gempabumi Terkini” atau “Real-time” untuk melihat daftar gempa terbaru.
4. Informasi gempa muncul lengkap dengan data magnitudo, lokasi, dan waktu kejadian.
Dengan aplikasi Info BMKG, Anda juga dapat menyalakan notifikasi gempa di ponsel, sehingga mendapat peringatan dini ketika kejadian terjadi.
BMKG mengoperasikan jaringan seismograf luas dan sistem peringatan dini gempa serta tsunami untuk memberi informasi cepat dan akurat kepada publik.
Dalam sistem InaTEWS, informasi gempa dan potensi tsunami dapat terbit hanya dalam beberapa menit setelah gempa terjadi, dengan parameter seperti:
Info ini sangat penting untuk langkah keselamatan. ([BMKG Content][8])
Baca juga: Barusan! Info BMKG Gempa Lombok Hari Ini dan Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu, Tips Keselamatan
Berikut langkah keselamatan yang disarankan jika terjadi gempa:
Sebelum Gempa
Saat Gempa
Setelah Gempa