TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak lima kali dalam kurun waktu enam jam terakhir terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Luncuran lava pijar mengarah ke Kali Sat/Putih sejauh 1800 meter.
" Teramati 5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id, Jumat (28/8/2026).
Pada periode yang sama, tercatat ada 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-30 mm dan lama gempa 36.59-167.32 detik.
Kemudian 10 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 4-31 mm, S-P 0.3-0.7 detik dan lama gempa 15.99-48.69 detik.
Secara visual, puncak Gunung Merapi terlihat sangat jelas.
Asap kawah nihil. Cuaca cerah, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 13.6-17.7°C dengan kelembaban 67.3-75 persen. Tekanan udara 875.6-920.6 mmHg.
Baca juga: Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026
Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III atau siaga.
BPPTKG merekomendasikan sejumlah hal bagi warga yang melakukan aktivitas di lereng Merapi.
Berikut rekomendasinya :
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran [ APG] terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)