SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Di balik lanskap geografis Sumatra yang kaya, Kota Sungai Penuh di Jambi dan Kota Prabumulih di Sumatra Selatan muncul sebagai dua kekuatan daerah yang menarik untuk dikomparasi.
Sungai Penuh, yang tersohor dengan julukan Sekepal Tanah dari Surga, berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan keunggulan sektor pariwisata alam dan agribisnis.
Sementara itu, Prabumulih memegang posisi strategis sebagai lintasan utama di Sumatra sekaligus pusat penghasil minyak dan gas bumi (migas).
Pertanyaan mendasar pun muncul: di antara kedua kota ini, siapakah yang unggul dalam hal daya saing dan kemajuan daerah?
Baca juga: Adu Tajam PAD: Surga Uranium Melawi vs Pesona Wisata Pagar Alam
Merujuk pada data Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang diakses pada Jumat (28/8/2026), kedua kota menunjukkan peta kekuatan yang berimbang dengan keunggulannya masing-masing di 12 pilar pembangunan.
Kota Sungai Penuh mencatatkan keunggulan dominan pada pilar pendukung SDM dan tata kelola, seperti:
Institusi: 4,55
Kesehatan: 4,02
Keterampilan: 4,34
Pasar Tenaga Kerja: 4,51
Dinamisme Bisnis: 4,54
Inovasi: 2,98
IDSD Sungai Penuh mencapai 3,80
Sebaliknya, Kota Prabumulih unggul signifikan pada pilar fisik, konektivitas, dan finansial:
Infrastruktur: 3,81
Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK): 4,97
Stabilitas Ekonomi Makro: 3,83
Sistem Keuangan: 2,72
Ukuran Pasar: 3,91
Interaksi pasar kedua wilayah mencatatkan angka sempurna yang setara pada pilar Efisiensi Pasar Produk dengan skor 5,00.
Skor IDSD Kota Prabumulih mencapai 3,87
Data ini menegaskan bahwa predikat "kota maju" tidak hanya diukur dari satu sisi semata.
Sungai Penuh unggul dalam pengembangan kualitas SDM, institusi, serta gairah inovasi, sedangkan Prabumulih membuktikan ketangguhannya dalam kesiapan infrastruktur, digitalisasi TIK, serta stabilitas sistem keuangan daerah.