Desa Binaan Pusri Tebat Benawa Raih Terbaik 1 Wana Lestari 2026, Komitmen Jaga Kelestarian Hutan
Sri Hidayatun August 28, 2026 11:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM,JAKARTA — Desa  Tebat  Benawa,  Pagar Alam,  Sumatera Selatan. Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa berhasil meraih Terbaik I Skema Hutan Adat pada Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026.

Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengembangkan potensi wilayah secara berkelanjutan.

Penghargaan Wana Lestari diserahkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8/2026), dan diterima langsung oleh Ketua LPHA Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa, Budiono. 

Baca juga: PT Pusri Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Ditengah Musim Kemarau, Stok Capai 141.657,28 Ton

Penghargaan  tersebut diberikan  Kementerian Kehutanan  kepada perorangan,  kelompok,  dan masyarakat  yang  berprestasi serta  menjadi  teladan  dalam menjaga  kelestarian  hutan dan menghadirkan inovasi nyata dalam pengelolaan hutan.

Capaian Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat  Benawa menunjukkan  bahwa pelestarian  lingkungan  dapat berjalan  seiring  dengan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai  salah satu  Desa Binaan  Pusri,  prestasi  ini menjadi  kebanggaan tersendiri  bagi  Pusri.

Keberhasilan  tersebut sekaligus  memperlihatkan pentingnya  kolaborasi  antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

VP TJSL Pusri, Rahmawati menyampaikanPusri turut bangga atas prestasi Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa sebagai Terbaik I Skema Hutan Adat Wana Lestari 2026.

"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen masyarakat dalam menjaga hutan serta mengelola potensi wilayah secara berkelanjutan”, terang Rahma. 

Keberhasilan Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa tidak hanya sebagai pencapaian dalam bidang lingkungan,  tetapi  juga  sebagai  bukti  bahwa  masyarakat  memiliki  peran  strategis  dalam menjaga sumber daya alam sekaligus mengembangkan potensi lokal.

Keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan hutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun mendatang.

Melalui program pemberdayaan masyarakat, Pusri terus mendorong penguatan potensi lokal dan kemandirian masyarakat melalui kolaborasi yang memberikan manfaat berkelanjutan. 

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pusri dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. 

Prestasi Hutan Adat Larangan Mude Ayek Tebat Benawa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat  di berbagai  daerah  bahwa kelestarian  hutan  dapat berjalan  beriringan  dengan peningkatan  kesejahteraan  masyarakat.  

Bagi  Pusri,  capaian  ini  menjadi  motivasi  untuk  terus memperkuat kolaborasi dan pendampingan bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lestari, masyarakat yang berdaya, serta pembangunan yang berkelanjutan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.