Muhaimin Iskandar Dorong SMK Go Global Cetak PMI Terampil dan Aman
Titis Jati Permata August 28, 2026 11:32 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Peluang bekerja di luar negeri mulai dibuka lebih lebar melalui program SMK Go Global.

Ribuan peserta yang lolos seleksi kini ditempa dengan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, dengan harapan mampu menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kompeten, sejahtera, sekaligus terlindungi.

Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pasar kerja global yang menawarkan peluang pendapatan lebih tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar berharap pelaksanaan SMK Go Global berjalan optimal.

Ia menekankan, penempatan PMI ke luar negeri harus dilakukan secara prosedural, aman, dan memberikan perlindungan kepada pekerja.

Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Prof Abdul Haris, saat meninjau Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Balai Diklat Industri Surabaya, Kamis (27/8/2026).

Haris yang juga Wakil Ketua III Satuan Tugas Percepatan SMK Go Global menegaskan pentingnya profesionalisme seluruh pihak yang terlibat.

“Pesan Pak Menko Pemberdayaan Masyarakat, semua harus bekerja profesional,” ujar Haris di sela-sela pengecekan.

14.523 Pendaftar, 3.340 Lolos Seleksi

Antusiasme masyarakat terhadap program SMK Go Global Tahap 1 cukup tinggi.

Sebanyak 14.523 orang mendaftar untuk mengikuti program tersebut.

Para peserta kemudian menjalani serangkaian seleksi, mulai administrasi, tes tertulis hingga wawancara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.340 peserta dinyatakan lolos dan melanjutkan ke tahap pelatihan.

Pelatihan menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pasar atau demand-driven.

Peserta yang telah memiliki dasar kompetensi diberikan peningkatan keterampilan atau upskilling sesuai kebutuhan pekerjaan di negara tujuan.

Menurut Haris, pelatihan tersebut tersebar dalam 167 kelas di 20 wilayah kerja Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Untuk Jawa Timur, pelatihan SMK Go Global Tahap 1 dipusatkan di Balai Diklat Industri Surabaya dan Politeknik Kesehatan Malang.

100 Peserta Disiapkan untuk Taiwan dan Malaysia

Di Balai Diklat Industri Surabaya, sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan.

Mereka dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja pada bidang operator produksi.

Pelatihan disesuaikan dengan permintaan pekerjaan atau job order dari Taiwan dan Malaysia.

Haris meminta peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperkuat kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja internasional.

Ia juga mendorong calon PMI agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan setelah menyelesaikan pelatihan.

Kemampuan yang semakin baik dinilai akan memperbesar peluang PMI bersaing di pasar kerja global sekaligus memperoleh standar penghasilan yang lebih tinggi.

“Diharapkan melalui program ini, tingkat kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga PMI, dapat meningkat,” imbuh Haris.

Jaringan Pelatihan Mulai Diperluas

Keberlanjutan program SMK Go Global juga mulai dipersiapkan.

BP3MI Jawa Timur tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi dan lembaga vokasi untuk menjadi mitra pelaksana program pada tahap berikutnya.

Sejumlah institusi yang tengah dijajaki antara lain Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika Malang, serta Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.

Selain itu, penjajakan juga dilakukan dengan Politeknik Kesehatan Surabaya, Politeknik Negeri Jember, dan Politeknik Negeri Madura.

Proses pembahasan kerja sama dan penyiapan dokumen dengan para calon mitra tersebut masih terus dimatangkan.

Perluasan jaringan pelatihan diharapkan membuat program SMK Go Global tidak berhenti pada tahap awal, tetapi berkembang menjadi jalur penyiapan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri internasional.

Dengan pendekatan tersebut, peluang bekerja ke luar negeri diharapkan tidak sekadar menjadi solusi pengurangan pengangguran.

Program ini juga diarahkan untuk menciptakan PMI yang berdaya saing, ditempatkan melalui prosedur resmi, serta memperoleh perlindungan selama bekerja di luar negeri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.