Menpar Dorong Labuan Bajo Tak Hanya Andalkan Pulau Komodo, Bidik Lama Tinggal Wisatawan
OMDSMY Novemy Leo August 28, 2026 02:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana mendorong Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya mengandalkan Pulau Komodo sebagai magnet utama pariwisata.

Dorongan itu disampaikan Widiyanti Putri Wardhana saat menggelar konferensi pers di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat Labuan Bajo Jumat (28/8/2026).

Konferensi pers tersebut juga membahas langkah pemulihan sektor pariwisata setelah gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pemerintah pusat hadir bersama pemerintah daerah untuk menangani dampak bencana. Namun, pemulihan menurutnya tidak cukup hanya dengan memperbaiki kerusakan, melainkan harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas destinasi dan sumber daya manusia pariwisata.

“Pemulihan tidak hanya dengan memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga lebih meningkatkan kualitas destinasi kita dan sumber daya manusia kita,” ujar Widiyanti Putri Wardhana, Jumat (28/8/2026). 

Dalam pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, PHRI, ASITA, pelaku usaha wisata bahari dan sejumlah asosiasi pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengaku menerima berbagai masukan mengenai kondisi dan kebutuhan pelaku industri pariwisata pascagempa.

Salah satu rencana yang dibahas adalah pengembangan destinasi wisata baru di luar Pulau Komodo dan Labuan Bajo. 

Sejumlah kawasan seperti Pulau Kelor, Kukusan, Kanawa dan destinasi sekitarnya disebut menjadi bagian dari rencana pengembangan atraksi baru dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo. 

Sementara itu Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endy mengatakan, saat ini rata-rata lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo sekitar 2,8 hari dan ditargetkan dapat meningkat hingga tujuh hari dengan semakin banyaknya pilihan destinasi wisata.

“Dengan banyaknya spot wisata yang akan dibangun dan ditata oleh Kementerian Pariwisata, besar kemungkinan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo bisa meningkat,” ujar Edistasius Endy.

Selain pengembangan destinasi, pemerintah juga akan memperkuat tata kelola industri pariwisata. Widiyanti menyebut sejumlah hal yang menjadi perhatian, mulai dari akomodasi, kapal live on board, agen perjalanan hingga tour operator.

“Berbagai masukan yang saya terima hari ini akan kami tindak lanjuti untuk mendukung proses pemulihan dan memperkuat tata kelola,” ungkap Edistasius Endy.

Edistasius Endy juga memastikan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, termasuk kawasan Taman Nasional Komodo dan destinasi sekitarnya, telah kembali berjalan normal. 

Akses pelayaran juga kembali beroperasi, dengan seluruh kegiatan wisata tetap mengedepankan keselamatan dan kewaspadaan.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menambahkan, penertiban pelaku usaha pariwisata menjadi bagian penting untuk menjaga citra Labuan Bajo. Ia berharap pembenahan tersebut dapat membuat wisatawan merasa aman dan nyaman selama berada di Manggarai Barat.

“Kali ini Bu Menteri sudah berkomitmen bersama daerah bagaimana menertibkan tour operator, tour agent, termasuk pemilik-pemilik usaha yang tidak tertib,” ujar Edistasius Endy.

Kunjungan Widiyanti Putri Wardhana tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pemulihan pariwisata berjalan beriringan dengan pembenahan kualitas destinasi.

Widiyanti Putri Wardhana juga menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, termasuk keluarga yang kehilangan orang tercinta, warga yang mengalami luka, kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian.

Widiyanti Putri Wardhana menegaskan Kementerian Pariwisata akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh ekosistem pariwisata di Labuan Bajo dan Flores untuk memastikan sektor pariwisata tetap tumbuh sekaligus memberi dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (iar) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.