BMKG Maritim Panjang Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Perairan Lampung
taryono August 28, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Panjang mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Lampung.

Baca juga: Jadwal SIM Keliling Polda Lampung Jumat 28 Agustus, Ada di Dua Lokasi

Peringatan tersebut berlaku mulai Jumat (28/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (31/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Dalam periode tersebut, tinggi gelombang di sejumlah perairan Lampung diprakirakan mencapai 4 meter.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Tarjono, mengatakan kondisi perairan Lampung selama beberapa hari ke depan cukup dinamis akibat pola angin yang bergerak dari arah timur hingga tenggara.

"Angin bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 25 knot," kata Tarjono, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, serta Teluk Lampung bagian selatan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di wilayah perairan Lampung.

Berdasarkan peringatan dini BMKG dengan nomor B/ME.01.02/PDGT/27/KLMP/VIII/2026, potensi gelombang dibagi menjadi dua kategori.

Gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Teluk Lampung bagian utara dan Perairan Teluk Lampung bagian selatan.

Sementara itu, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.

Tarjono mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca laut.

Ia juga meminta pengelola transportasi laut, penyedia jasa penyeberangan, serta nelayan memperhatikan batas keselamatan pelayaran sebelum memutuskan untuk berlayar.

"Seluruh pihak yang beraktivitas di pesisir dan wilayah perairan kami sarankan menaruh perhatian ekstra terhadap keselamatan pelayaran," imbaunya.

BMKG juga mengingatkan adanya batas kondisi yang perlu diperhatikan berdasarkan jenis kapal. Perahu nelayan dinilai berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Kapal tongkang berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. Sedangkan kapal feri/Ro-Ro berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Tarjono meminta masyarakat dan pelaku usaha maritim tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat hendak berangkat, tetapi terus memantau perkembangan informasi terbaru.

"Kami mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha maritim untuk terus memperbarui informasi cuaca laut melalui kanal komunikasi resmi BMKG Maritim Lampung sebelum memutuskan berlayar," kata Tarjono.

Ia menegaskan, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi gelombang dapat berubah mengikuti perkembangan angin dan cuaca di wilayah perairan Lampung.

Masyarakat, nelayan, serta pengguna jasa penyeberangan diimbau mengutamakan keselamatan dan mempertimbangkan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas pelayaran.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.