TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG — Kabut asap imbas Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menyelimuti berbagai wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan sehingga jajaran kepolisian bergerak cepat.
Personel Satbinmas Polres OKI membagikan masker kepada para siswa SMA Negeri 1 Kayuagung di gerbang sekolah pada Jumat (28/8/2026) pagi.
Satu per satu siswa yang baru tiba langsung dihampiri.
Tak sekadar diberi masker secara cuma-cuma, para pelajar juga diedukasi tentang cara pemakaian yang benar, terutama saat mereka harus beraktivitas di luar ruang kelas.
Langkah jemput bola ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalisir risiko paparan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap karhutla, khususnya bagi kelompok usia rentan seperti pelajar sekolah.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto mengungkapkan, aksi pembagian masker ini wujud nyata kepolisian memberikan perlindungan fisik dan edukasi langsung ke masyarakat di tengah kepungan asap.
Baca juga: Polres OKI Temukan Arena Judi Sabung Ayam di Desa Pematang Panggang Mesuji, Berada Dekat Pabrik
"Masker memang terlihat sederhana, tetapi sangat penting membantu melindungi pelajar dari paparan asap. Kami mengimbau siswa terus menjaga kesehatan dan disiplin menggunakan masker ketika kondisi udara sedang kurang baik,” ujar AKBP Eko Rubiyanto.
Tak hanya membagikan perisai pernapasan tersebut, personel Satbinmas di lapangan menitipkan sejumlah pesan kepada para siswa.
"Para pelajar diminta lebih ekstra menjaga kebersihan diri, perbanyak konsumsi air putih, serta tidak ragu untuk segera beristirahat atau meminta bantuan medis jika mulai merasakan gangguan pernapasan," ungkapnya.
Menurut Kapolres, penanganan karhutla sejatinya bukan semata-mata soal memadamkan kobaran api di lahan belukar.
Dampak penyerta berupa ancaman kesehatan justru membutuhkan penanganan yang tak kalah serius.
Oleh karena itu, Polres OKI terus menggencarkan langkah-langkah pencegahan, terutama bagi warga terpaksa harus tetap menjalankan rutinitas di bawah kabut asap.
"Paling utama menjaga kesehatan dan keselamatan. Kami ingin anak-anak tetap bisa fokus belajar dengan aman di sekolah, tanpa mengabaikan kondisi udara di sekitarnya," pungkasnya.
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com