TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meski masyarakat sudah berteriak setiap hari, karena stok BBM jenis solar sering langka di Kota Pekanbaru, namun hingga kini belum ada perubahan apapun.
Pertamina yang paling bertanggung jawab atas kelangkaan ini, seakan tidak peduli. Bahkan jika pun bereaksi, hanya sekadar pelepas tanya saja.
Pantauan Tribunpekanbaru.com sejak beberapa pekan terakhir, mulai sejak siang hingga tengah malam, antrean panjang kendaraan solar selalu ada di beberapa SPBU di Kota Pekanbaru.
Termasuk Jumat (28/8/2026) tengah malam tadi di SPBU Jalan Soekarno Hatta, SPBU Jalan Riau dan ainnya, antreannya juga mengular ratusan meter.
Komisi IV DPRD Pekanbaru yang membidangi migas dan energi, terus melontarkan kritik keras. Legislator ini menilai kinerja pejabat Pertamina tidak becus.
“Kami sudah bosan mengingatkan pejabat Pertamina di wilayah Riau dan Pekanbaru ini. Kalau memang tidak sanggup mengatasi persoalan ini, pejabat Pertamina ini harakiri aja,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru H Zulfan Hafiz ST kesal, kepada Tribunpekanbaru.com.
Masyarakat Riau, khususnya Kota Pekanbaru, lanjut Politisi senior Partai Nasdem ini, sudah tidak percaya dengan berbagai alasan yang dilontarkan para pejabat perusahaan plat merah ini.
Mulai alasan kuota, distribusi dan jaminan stok aman selalu digaungkan. Namun kenyataan di lapangan zonk. Masyarakat antre juga berjam-jam.
Ini dibuktikan sejak beberapa bulan terakhir, kelangkaan solar semakin parah. Anehnya, tidak ada tindakan perbaikan apapun dari Pertamina.
"Daerah kita ini penghasil minyak. Kok kelangkaannya sangat parah, dan ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Apa kerja pejabat Pertamina ini. Jangan sibuk rapat kantor sana kantor sini. Masyarakat jadi susah," sebut Wakil Ketua Fraksi Nasdem ini lagi.
Zulfan Hafiz juga meminta semua pejabat Pertamina, terutama pejabat pengambil kebijakan, untuk bertobat dan siap mengubah pola kerja asal bapak senang (laporan ke pusat baik-baik saja).
Mereka harus mengubah sistem dan kuota BBM di Provinsi Riau, terutama Kota Pekanbaru, agar tidak langka lagi. Karena untuk solar subsidi ini sangat dibutuhkan masyarakat.
Baca juga: Soal BBM Subsidi Dibatasi Berdasarkan Desil, Pengamat: Lebih Adil Pakai Jenis Kendaraan
"Kemarahan masyarakat atas kelangkaan solar ini jangan dianggap enteng. Ini menandakan Pertamina sedang tidak baik-baik saja. Harus ada evaluasi ril, dan kita minta beberapa hari ke depan tidak ada lagi antrean panjang siang malam," harapnya.
Ya, kekesalan wakil rakyat atas laporan masyarakat sangat beralasan. Sebab, kelangkaan solar tidak hanya berdampak pada pengendara.
Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas distribusi barang, transportasi, serta kegiatan ekonomi masyarakat yang menggunakan kendaraan berbahan bakar diesel. Bahkan bisa membuat harga sejumlah barang jadi naik.
(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).