21 Tim Bakal Bertanding di Smansa Cup Chapter II
Sesri August 28, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 21 tim basket bakal bertanding menjadi yang terbaik di ajang Smansa Cup Chapter II yang diselenggarakan SMAN 1 Pekanbaru pada 31 Agustus hingga 5 September mendatang. Tim tersebut terbagi menjadi 15 putra dan enam putri. 

Dalam kegiatan yang bakal digelar di Gelanggang Olahraga Tribuana Pekanbaru tersebut, juga digelar lomba Dance yang diikuti tiga tim. Seluruh peserta merupakan siswa dan siswi di Kota Pekanbaru.

Ketua OSIS SMAN 1 Pekanbaru, Hanan Saputra menjelaskan, turnamen ini merupakan program OSIS berkolaborasi dengan pihak sekolah dan didukung komite serta semua pihak.

Kegiatan ini, kata dia, sudah pernah dilaksanakan di 2025. Hanan bahkan mengklaim kemeriahan turnamen tahun lalu mampu mengimbangi ajang DBL. 

"Banyak yang memberi apresiasi positif. Padahal, Smansa Cup waktu itu baru pertama kali diselenggarakan. Apresiasi itulah yang menyemangati kami kembali menggelar SMANSA Cup Chapter II," tutur Hanan, Jumat (28/8/2026).

Dijelaskannya, untuk kategori putra, turnamen akan dibagi menjadi tiga babak. Masing-masing babak 8 besar, semi final dan final. Sementara, Di kategori putri memakai sistem grup.

"Nanti akan dicari pemenang dan runner up dengan menghitung jumlah bola yang masuk dan tidak masuk," ujar Hanan. 

Sementara, Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Dra Baini MPd menyampaikan dukungannya atas Smansa Cup Chapter II ini. Karena, Baini menilai, belajar bukan di dalam kelas saja. Tapi dapat diwujudkan lewat kegiatan seperti ini. "Dari 1.400 siswa di sini, semunya punya keanekaragaman bakat yang harus disalurkan. Setidaknya cara ini diharapkan mampu mewujudkan itu," katanya.

Selain penyaluran bakat di bidang basket dan dance, Baini berharap turnamen ini juga turut mendukung program pemerintah menekan kenakalan remaja. Di samping itu membuat siswa sehat jasmani dan rohani. 

"Selain itu, turnamen ini untuk melatih mental juara pada anak. Dengan menyalurkan minat ke hal positif, tentu energinya tidak keluar dengan kegiatan negatif," paparnya.

Sejauh ini, tambah Baini, siswa yang berbakat di bidang basket tak tanggung-tanggung. Bahkan ada yang sampai ke tingkat nasional.

SMAN 1 bahkan pernah mengawinkan gelar juara DBL putra dan putri. Diharapkan, masa kejayaan itu kembali diraih. Karenanya, turnamen ini menjadi ajang yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya oleh siswa SMAN 1 tapi juga sekolah lain.

Pihak sekolah, tuturnya, melibatkan OSIS sebagai penyelenggara. Alasannya, dalam kepanitiaan mereka dapat mengetahui cara merancang, memprediksi masalah, mencari solusi, mengatur kegiatan dan sebagainya. "Ini lifeskill yang dapat mereka pelajari secara langsung. Bukan hanya dari dalam kelas," paparnya. 

Ketua Komite SMAN 1 Pekanbaru, Iva Desman mengaku sangat mendukung semua kegiatan yang dinilai positif oleh sekolah maupun komite. Menurut dia, komite harus memposisikan diri sebagai mitra yang baik. 

Komite, tuturnya, berupaya mencari pendanaan dari sponsor. Baik swasta, BUMD, alumni maupun orang tua siswa yang mau menyukseskan semua program sekolah. Nantinya, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya rencananya akan membuka pertandingan awal. 

Panitia, tuturnya, akan memberlakukan tiket masuk pada penonton. Biayanya disesuaikan dengan kemampuan anak. Sementara untuk babak final, biaya tiket diberlakukan berbeda. "Gambarannya Rp50 ribu untuk masyarakat umum," terang Iva. 

Dia berpesan turnamen ini berjalan sportif. "Jangan ada yang sengaja dikalahkan atau dimenangkan. Biarkan semua berjalan dengan mengedepankan sportifitas," kata Iva. Namun, dia berharap tim SMAN 1 mampu meraih juara. 

Kalau ini sukses, pihaknya ingin turnamen tidak hanya sebatas di tingkat kota melainkan bisa tingkat provinsi. Apalagi, Iva menilai banyak sekolah-sekolah lainnya di Riau yang memiliki tim basket berbakat. 

( Tribunpekanbaru.com / Hendra Evifanias)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.