Polisi Sebut Kerusuhan di DPR hingga Pejompongan Bukan Dilakukan Massa AMPB, Ini Faktanya
Dwi Rizki August 28, 2026 04:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kerusuhan yang terjadi usai aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, berhasil diredam aparat gabungan. 

Kondisi di sejumlah lokasi yang terdampak kerusuhan dilaporkan kembali normal pada Jumat (28/8/2026) pagi.

Kerusuhan antara massa dan aparat keamanan terjadi menjelang malam atau Kamis petang.

Massa kemudian didorong mundur hingga ke kawasan Pejompongan, Slipi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan kepolisian, massa yang terlibat kerusuhan bukan bagian dari kelompok utama yang melakukan aksi di Gedung DPR/MPR RI.

“Itu adalah ulah kelompok perusuh atau pengganggu kamtibmas,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Menurut Budi, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang sebelumnya dipimpin Supriyono alias Botok telah meninggalkan lokasi setelah bertemu dengan pimpinan DPR untuk menyampaikan aspirasi. 

Baca juga: Sisa Bara Rusuh DPR: Dalang Terkuak, Perusuh Dipastikan Penyusup dari Luar!

Adapun massa tersebut kemudian meninggalkan kawasan DPR sekitar pukul 12.30 WIB.

“Karena memang dari sore setelah masyarakat AMPB kembali diterima oleh petinggi dari dewan, itu sudah kembali," tutur Kabid Humas.

"Akhirnya beberapa masyarakat tidak melakukan penyampaian aspirasi, tapi kita melihat melakukan pengrusakan, pembakaran gerbang ataupun tanaman yang ada di depan gedung DPR,” tambah Budi.

Ia belum menjelaskan secara rinci identitas kelompok yang terlibat dalam kerusuhan. 

Kepolisian, kata dia, saat ini berfokus menjaga situasi tetap kondusif agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“Yang paling penting saat ini adalah menjaga suasana tetap tenang agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik. Kami mengajak seluruh pihak menahan diri, tidak terpancing provokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Wali Kota: Massa Bukan Warga Jakarta Pusat

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan massa yang terlibat kerusuhan di kawasan Pejompongan, Slipi, Tanah Abang, bukan merupakan warga setempat atau warganya.

Hal itu disampaikan Arifin saat meninjau lokasi pascakerusuhan pada Jumat pagi.

“Bukan warga setempat, bukan warga sini, bukan. Warga dari luar,” kata Arifin kepada wartawan.

Arifin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, beberapa massa berasal dari daerah lain, termasuk Bogor, Jawa Barat. 

Sejumlah orang juga sempat meminta bantuan untuk mencari rekan mereka yang disebut telah diamankan aparat kepolisian.

“Teman-teman mereka yang menurut mereka itu diamankan oleh aparat keamanan, kepolisian. Saya tanyakan siapa nama-namanya supaya bisa dikoordinasikan dengan jajaran Polda. Hanya satu yang bisa menyebutkan namanya,” ujar Arifin.

Arifin meminta massa tidak langsung menyimpulkan bahwa rekan mereka telah diamankan aparat jika belum memiliki informasi yang jelas.

“Karena nggak bisa menyebutkan (nama), maka yang saya minta supaya asumsinya jangan sampai seolah-olah diamankan. Belum tentu kan," kata dia.

"Mungkin ada yang pulang, atau posisinya sekarang lagi tidur, istirahat, kita nggak tahu. Itu yang saya sampaikan kepada mereka,” lanjutnya. (m31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.