Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pandeglang mengingatkan para nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap ilegal, termasuk bahan peledak atau bom ikan.
Hal itu disampaikan menyusul peristiwa ledakan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (26/8/2026).
Dalam kejadian tersebut, seorang nelayan bernama Muhammad Ali meninggal dunia. Sementara istrinya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kepala Diskan Pandeglang, Uun Junandar, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.
Namun, Uun menegaskan penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Kami turut berduka atas kejadian di Desa Citeureup. Dugaan mengarah ke bom ikan masih diidentifikasi oleh aparat,” kata Uun saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/8/2026).
Uun mengatakan, pihaknya selama ini terus memberikan sosialisasi kepada nelayan agar menggunakan alat tangkap yang sesuai aturan.
Ia meminta nelayan tidak menggunakan bahan peledak karena dapat membahayakan keselamatan serta merusak ekosistem laut.
“Jangan sekali-kali menggunakan alat tangkap yang sifatnya ilegal, apalagi yang bisa merusak ekosistem dan membahayakan keselamatan jiwa nelayan maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Uun, kejadian ledakan yang diduga berkaitan dengan bom ikan bukan pertama kali terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Berdasarkan catatan Diskan, kejadian serupa tercatat dua kali dalam kurun waktu sekitar tujuh hingga delapan tahun terakhir.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.
Ke depan, Diskan Pandeglang akan meningkatkan sosialisasi kepada para nelayan terkait penggunaan alat tangkap yang aman dan ramah lingkungan.
Sementara untuk pengawasan di wilayah laut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten karena kewenangan tersebut berada di tingkat provinsi.
“Kami akan terus mengedukasi nelayan agar menggunakan alat tangkap sesuai prosedur dan tidak memakai alat yang membahayakan keselamatan maupun lingkungan,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang pria bernama Muhammad Ali, warga Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, meninggal dunia usai ledakan keras yang berasal dari dalam rumahnya.
Berdasarkan informasi ledakan tersebut diduga berasal dari bom ikan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Tak hanya MuhamMad Ali, namun istrinya pun menjadi korban dalam ledakan tersebut dan dilarikan ke rumah sakit.
Berdasarkan pengakuan warga, pekerjaan sehari-hari MuhaMmad Ali adalah nelayan.
Selain menewaskan satu orang, ledakan juga mengakibatkan sedikitnya tiga rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
Ketua RW 01, Husin mengatakan, ledakan terjadi sesaat setelah dirinya selesai salat Zuhur. Saat itu, dirinya sedang berada di sekitar pasar.
“Tiba-tiba terdengar ledakan ‘dung’ sekali. Saya tanya ini apa? Karena penasaran saya kontrol ke sini, ternyata sudah ramai orang,” kata Husin kepada wartawan.
Husin menjelaskan, suara ledakan terdengar sangat keras. Bahkan, dentumannya terdengar jelas dari kawasan pasar yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Di pasar juga kedengaran ledakannya,” ujarnya.
Mendengar suara tersebut, Husin langsung menuju lokasi. Saat tiba, warga sudah berkumpul di sekitar rumah Muhammad Ali.
Husin mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas mencurigakan sebelum ledakan. Dia juga belum mengetahui secara pasti material yang menyebabkan ledakan tersebut.
“Tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba langsung kejadian,” katanya.
Menurut Husin, Muhammad Ali sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan banyak menghabiskan waktu di laut.
Korban biasanya pulang setelah melaut untuk beristirahat di rumah.
“Dia aktivitasnya ke laut, pencari ikan,” ujarnya.
Menurutnya, Muhammad Ali meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
Sementara istrinya, Iyah, mengalami luka dan sempat mendapat perawatan di RS Alinda Panimbang sebelum dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang.
Polisi masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengungkap penyebab ledakan dan memastikan jenis material yang meledak.