TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan biji kopi atau green bean kualitas terbaik dari berbagai penjuru tanah air bakal memperebutkan mahkota Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dalam gelaran Jogja Coffee Week (JCW) #6 2026.
Sebagai informasi, ajang pameran dan kompetisi kopi tahunan terbesar ini siap menggebrak Jogja Expo Center (JEC) pada 4 - 6 September 2026 mendatang.
Ketua Organizing Committee JCW 2026, Rahadi Saptata Abra, mengungkapkan bahwa proses kompetisi Green Bean telah bergulir selama sekira dua pekan terakhir.
Setelah merampungkan tahap roasting, pihaknya kini bersiap melangkah ke tahap penilaian juri profesional yang dipusatkan di Loman Park Hotel Yogyakarta pada 31 Agustus hingga 2 September.
Menariknya, masyarakat umum dan para pecinta kopi tidak hanya disuguhi tontonan kompetisi, tetapi juga diajak terlibat langsung secara cuma-cuma.
"Besok di Loman Park Hotel selain ada penilaian, kita juga mengadakan public cupping di taman hotel. Gratis, langsung datang saja. Ada ratusan biji kopi yang kami sajikan dan bisa dicicipi langsung oleh pengunjung," ujarnya, dalam konferensi pers, Jumat (28/8/2026).
Abra mencatat adanya peningkatan signifikan terkait partisipasi peserta Green Bean Competition tahun ini, di mana kuota maksimal sebanyak 150 biji kopi terisi penuh oleh para petani dan produsen dari ujung barat hingga timur Indonesia.
"Tahun ini ada kenaikan dibanding tahun lalu. Green bean yang datang dari Aceh bahkan sampai Papua Pegunungan. Signifikan sekali, salah satunya dari Papua yang tahun lalu belum bisa ikut, tahun ini langsung mengirimkan hampir empat jenis biji kopi," paparnya.
Baca juga: Kulon Progo Terima 5 Armada Kopi Roro dari Danais DIY, Dimanfaatkan untuk Promosi Kopi Menoreh
Tak sekadar pameran biasa, Abra menegaskan, JCW memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dengan deretan ajang perkopian lain di tanah air.
JCW, katanya, menjadi satu-satunya event yang mengintegrasikan pameran dagang, dengan kompetisi green bean secara bersamaan.
Bahkan, biji-biji kopi pilihan yang berhasil meraih skor uji cita rasa atau cupping score di atas standar, yaitu 8,5 ke atas, bakal dilelang di hari terakhir gelaran.
"Untuk tahun ini kami sudah menyiapkan aplikasi lelang khusus secara hybrid, baik offline maupun online. Yang hadir offline kelebihannya bisa mencicipi langsung, sementara pembeli online bisa memantau data hasil penilaian juri dan score resminya," terangnya.
Sementara, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, menilai kehadiran JCW #6 menjadi momentum krusial untuk memperkuat positioning Yogyakarta sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman.
Menurutnya, tren wisatawan saat ini tak lagi hanya berburu destinasi visual, tetapi mencari pengalaman otentik yang dapat dirasakan, diceritakan, dan dibagikan melalui media sosial.
"Kopi memiliki kekuatan besar untuk menghadirkan pengalaman tersebut. Yogyakarta punya modal kuat, destinasi, kekayaan budaya, komunitas kreatif anak muda, hingga ragam event pariwisata. Kami berharap JCW mampu memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan transaksi wisatawan," pungkasnya. (*)