Bulog Pastikan Stok Beras Sulsel Aman, 948 Ribu Penerima Dapat Bantuan Pangan 30 Kg
Sakinah Sudin August 28, 2026 05:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketersediaan beras di Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan aman di tengah penyaluran bantuan pangan kepada hampir 1 juta penerima.

Di Sulsel, sebanyak 948.089 Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan bantuan total alokasi 28.442.670 kilogram (kg) beras.

Masing-masing menerima 10 kg setiap bulan selama tiga bulan, Juli-September 2026.

Namun dalam penyalurannya, bantuan diberikan sekaligus sebanyak 30 kg.

Di Kota Makassar, jumlah penerima mencapai 89.231 PBP dengan total alokasi beras sebanyak 2.676.930 kilogram.

Khusus di Kelurahan Untia, sebanyak 262 penerima mendapatkan total alokasi 7.860 kg beras selama periode tiga bulan.

Penyaluran bantuan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, Jumat (28/8/2026).

Hadir Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid.

Rahmanto mengatakan, akan memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi agar bantuan pangan dapat diterima masyarakat sesuai sasaran.

Secara nasional, kata dia, stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai sekitar 5,1 juta ton.

Sementara stok beras yang berada di wilayah kerja Bulog Sulsel dan Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai sekitar 859 ribu ton.

Kekuatan stok tersebut menjadi modal penting Bulog dalam menjalankan berbagai penugasan pemerintah.

“Kami berharap pelaksanaan Program Bantuan Pangan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, dapat berlangsung tertib, transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Rahmanto kepada Tribun-Timur.com di lokasi.

Rahmanto menegaskan, bantuan pangan bukan sekadar pembagian beras kepada masyarakat.

"Tetapi merupakan wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan,” imbuhnya.

Penyaluran bantuan, kata dia, juga diarahkan untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari ekosistem distribusi pangan pemerintah.

Dengan stok yang besar dan jaringan distribusi hingga tingkat kelurahan, lanjut Rahmanto, Bulog bersama pemerintah, DPR RI, pemerintah daerah dan KDKMP berupaya memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran.

"Program ini bukan sekadar penyaluran beras, tetapi merupakan wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mengatakan, banyaknya stok beras yang dikelola Bulog menjadi jaminan pemerintah menjaga kebutuhan pangan masyarakat.

“Fungsi Bulog saat ini luar biasa. Dengan mengelola stok CBP yang sangat besar, sebanyak 5 juta ton, maka sampai tahun depan sudah dipastikan tidak ada masyarakat Indonesia yang kelaparan,”  kata Nurdin Halid.

Menurutnya, Bulog kini memiliki peran strategis bukan hanya dalam menjaga cadangan pangan pemerintah, tetapi juga dalam mendukung distribusi berbagai program bantuan pemerintah.

“Bulog saat ini menjadi mitra strategis KDKMP dalam penyaluran bantuan dari pemerintah,” jelas politisi Golkar tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.