Jaringan Irigasi di Nosar Aceh Tengah belum Diperbaiki, Lebih 6 Ribu Jiwa Alami Krisis Air Bersih
Mawaddatul Husna August 28, 2026 05:51 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Sekitar 6.700 jiwa warga Kemukiman Nosar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh hingga kini masih hidup dalam krisis air bersih dan kelumpuhan sistem irigasi pertanian.

Kondisi ini buntut dari bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025. 

Kemukiman ini membawahi lima desa, yakni Bale Nosar, Bamil Nosar, Mude Nosar, Kejurun Syiah Utama, dan Mengaya.

Bencana yang terjadi akhir 2025 itu merusak jaringan pipa air bersih sepanjang sekitar 3.500 meter yang selama ini mengalirkan air dari mata air di kawasan pegunungan menuju permukiman warga. 

Meski sumber mata airnya sendiri dilaporkan tidak mengalami kerusakan, jaringan distribusinya hancur tersapu material longsor sehingga air bersih tidak lagi dapat mengalir ke rumah-rumah warga.

Mukim Nosar, Tratan Ukhra, mengatakan bahwa saat ini masyarakat terpaksa mengandalkan air dari parit-parit yang ditampung seadanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini masyarakat menimba dari parit, itu yang kami tampung. Kalau sudah musim hujan, air itu tidak bisa diminum karena sudah bercampur tanah,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat warga yang tinggal jauh dari sumber air harus berjalan kaki membawa ember menuju titik-titik penampungan yang tersisa, seperti di sekitar masjid, untuk memenuhi kebutuhan air minum maupun mandi.

Menurut Tratan Uhra, solusi permanen atas persoalan ini adalah pembangunan kembali jaringan pipa berdiameter 4 inci sepanjang 3.500 meter yang mampu menjangkau seluruh wilayah Kemukiman Nosar, sehingga air bersih dapat langsung mengalir ke rumah-rumah warga tanpa harus lagi ditampung secara darurat.

Sejauh ini, perbaikan yang ada baru berupa sambungan pipa paralon darurat dengan panjang bervariasi antara 5 hingga 10 meter yang disambung seadanya oleh warga secara swadaya.

Sektor Pertanian Lumpuh Total

Selain krisis air bersih, sektor pertanian di Kemukiman Nosar juga lumpuh total. 

Material longsor berupa bebatuan besar menutup dan merusak jaringan irigasi, pintu pembagian air, hingga jembatan penunjang pertanian. 

Akibatnya, sekitar 50 persen lahan sawah di wilayah ini tertimbun dan rusak parah.

Tratan Uhra menyebutkan, terdapat lima saluran irigasi milik masyarakat yang rusak akibat bencana tersebut, dan hingga kini belum satu pun yang diperbaiki.

“Satu pun belum ada irigasi yang diperbaiki. Ada lima irigasi masyarakat yang belum diperbaiki,” katanya.

Kondisi ini membuat para petani di lima desa tersebut dipastikan tidak dapat menggarap sawah pada musim tanam tahun ini, sekaligus memutus sumber pendapatan utama masyarakat yang mayoritas bergantung pada hasil pertanian.

Proposal Mengendap di Berbagai Tingkatan

Warga mengaku telah menempuh berbagai upaya administratif, termasuk mengajukan proposal perbaikan infrastruktur darurat mulai dari tingkat kampung, kecamatan, hingga kabupaten. 

Namun, hingga saat ini belum ada satu pun usulan yang terealisasi di lapangan.

Upaya gotong royong warga untuk membersihkan material longsor secara mandiri pun menemui jalan buntu, sebab dibutuhkan alat berat untuk memindahkan bebatuan berukuran besar yang menutup saluran irigasi.

Desakan kepada Pemerintah

Melalui keterangannya, warga Kemukiman Nosar mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera mengambil langkah konkret. 

Mereka berharap ada rehabilitasi total jaringan air bersih berupa pengadaan pipa berdiameter 4 inci sepanjang 3.500 meter beserta perbaikan bak penampung utama.

Hal ini agar air bersih dapat kembali mengalir langsung ke rumah-rumah warga di seluruh Kemukiman Nosar. 

Selain itu, warga juga mendesak normalisasi dan perbaikan irigasi, yakni pembersihan material longsor di area persawahan menggunakan alat berat serta pembangunan kembali lima saluran irigasi, pintu air, dan jembatan yang rusak. 

Tak kalah penting, mereka juga berharap adanya dukungan pemulihan ekonomi petani, berupa intervensi agar warga dapat kembali menggarap lahan pertanian yang kini terbengkalai.

Tanpa intervensi cepat dari pemerintah, warga Kemukiman Nosar khawatir krisis sosial dan ekonomi di wilayah mereka akan semakin memburuk, ditengah ribuan jiwa yang hingga kini masih bertahan dalam keterbatasan air bersih dan hilangnya sumber penghidupan dari sektor pertanian. (*)

Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tengah Hari Ini: Diprediksi Berawan hingga Hujan Ringan

Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tengah 27 Agustus 2026 Potensi Hujan Ringan di Sejumlah Kecamatan

Baca juga: Potret Haru Maulid Nabi di Aceh Tengah, Warga Gotong Royong Pikul Logistik Menyeberangi Sungai

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.