TRIBUNLOMBOK.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, pada Jumat (28/8/2026).
Kunjungan ini dimanfaatkan untuk menjajaki berbagai potensi kerja sama antara NTB dan Qatar, khususnya di sektor pariwisata, investasi, dan pendidikan.
"Kami membahas investasi dan pendidikan, kemarin juga kami bertemu dengan pihak di Mandalika dan ini sangat bagus untuk membangun investasi di Mandalika buat Qatar," kata Sultan usai bertemu Gubernur Iqbal, Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungannya ke NTB, Sultan mengaku merasa terhormat karena provinsi ini menjadi yang pertama kali mengundangnya secara resmi sejak dilantik sebagai Duta Besar Qatar untuk Indonesia.
Kunjungan ini pun menjadi momentum penting bagi penjajakan kerja sama bilateral antara NTB dan Qatar.
Lalu siapa Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari?
Baca juga: Qatar dan NTB Jajaki Peluang Kerja Sama dari Mandalika sampai Samota
Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari memiliki rekam jejak pendidikan yang seluruhnya ditempuh di institusi pendidikan Prancis.
Perjalanan akademiknya dimulai pada 2007 dengan meraih Higher Diploma in Management yang berfokus pada Business Administration (DUT) dari IUT de Dijon, Université de Bourgogne, Dijon, Prancis.
Setahun berselang, pada 2008, ia melanjutkan studi hingga meraih gelar Sarjana di bidang International Affairs Management dari universitas yang sama.
Pendidikannya terus berlanjut dengan meraih gelar Master of Laws dalam bidang European Law Culture dari Paris Descartes University, Paris, pada 2013.
Puncaknya, pada 2019, ia berhasil menyelesaikan program Doktoral di bidang Ilmu Politik dari Panthéon-Sorbonne University, salah satu universitas paling bergengsi di Prancis.
Sultan memulai kariernya di Kementerian Luar Negeri Qatar pada 2009.
Ia mengawali langkah diplomatiknya sebagai Sekretaris Ketiga di Departemen Hak Asasi Manusia, Kementerian Luar Negeri, sejak 2009 hingga 2011.
Pada 2011, ia sempat dipercaya menjabat sebagai Chargé d'Affaires ad interim di Kedutaan Besar Qatar untuk Kerajaan Belgia, Uni Eropa, dan NATO.
Selanjutnya menjabat sebagai Konsul di Kedutaan Besar Qatar di Paris dari 2011 hingga 2018, dengan tanggung jawab menangani urusan politik dan ekonomi.
Kariernya terus menanjak ketika ia dipercaya menjadi Sekretaris Pertama di Departemen Urusan Eropa, Kementerian Luar Negeri, sejak 2018 hingga 2022.
Selanjutnya, dari 2022 hingga 2025, ia menjabat sebagai Penasihat sekaligus Wakil Kepala Misi di Kedutaan Besar Qatar di Ottawa, Kanada, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Indonesia pada 2025.
(*)