Siapa Bisa Bendung Marc Marquez Cetak Rekor di MotoGP Aragon?
Wahyu Widiyantoro August 28, 2026 06:21 PM

TRIBUNLOMBOK.COM – Balapan MotoGP Aragon akhir pekan ini menjadi ajang seri ke-17 di Sirkuit Aragon, Spanyol.

Aragon merupakan panggung penting bagi Marc Marquez untuk menegaskan dominasinya di salah satu trek berlawanan arah jarum jam dalam kalender 2026. 

Berdasarkan catatan data dan statistik resmi MotoGP, sang juara dunia bertahan ini memiliki rekam jejak yang jauh mengungguli para pesaingnya.

Dominasi Marc Marquez

Data menunjukkan bahwa Marc Marquez telah tujuh kali meraih kemenangan MotoGP di Aragon, yakni pada tahun 2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2024, dan 2025. 

Catatan kemenangannya pada 2024 tercatat spesial karena datang 1.043 hari setelah kemenangan terakhirnya di Emilia-Romagna 2021.

Sementara pada 2025, ia bahkan mencatatkan dominasi penuh dengan memimpin seluruh sesi balapan.

Baca juga: MGPA Seleksi 2.200 Volunteer MotoGP Mandalika 2026: Marshal, Ticketing, hingga Hospitality

Selain tujuh kemenangan GP, Marquez juga mengantongi satu podium tambahan berupa posisi kedua pada 2021, setelah melalui duel sengit memperebutkan posisi juara melawan Francesco Bagnaia. 

Pembalap Ducati Lenovo Team ini tercatat telah memenangkan dua sesi Sprint yang digelar di Aragon pada 2024 dan 2025.

Dari sisi kualifikasi, Marquez telah tujuh kali meraih pole position di Aragon, terhitung sejak 2013 hingga 2016, kemudian berlanjut pada 2019, 2024, dan 2025. 

Jika ia kembali meraih kemenangan pada seri kali ini, itu akan menjadi kemenangan kedelapannya.

Honda dan Ducati Bersaing Ketat

Dari perspektif pabrikan, data mencatat Honda sebagai produsen paling sukses di Aragon dengan tujuh kemenangan GP, disusul Ducati dengan lima kemenangan, Yamaha tiga kemenangan, dan Suzuki satu kemenangan. 

Namun perlu dicatat, seluruh kemenangan Honda di lintasan ini sebagian besar disumbangkan oleh Marc Marquez sendiri saat masih membela pabrikan Jepang tersebut, ditambah kemenangan Casey Stoner pada 2011 dan Dani Pedrosa pada 2012.

Sementara itu, Ducati mencatatkan tren yang tak kalah dominan, khususnya dalam sesi Sprint. 

Tim asal Italia tersebut telah memenangkan seluruh sesi Sprint yang pernah digelar di Aragon, dengan kontribusi kemenangan GP dari Casey Stoner (2010), Francesco Bagnaia (2021), Enea Bastianini (2022), serta double win Marc Marquez pada 2024 dan 2025.

Salah satu nama yang patut diperhitungkan adalah Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo Team, yang tercatat memiliki tiga podium MotoGP Aragon.

Ia meraih kemenangan perdananya di lintasan ini pada 2021 setelah duel sengit melawan Marquez, kemudian finis kedua hanya terpaut 0,042 detik pada 2022 setelah pertarungan ketat dengan Bastianini, dan menutup dengan podium ketiga pada 2025.

Berdasarkan data statistik, jika Bagnaia kembali naik podium akhir pekan ini, ia akan menyamai catatan legenda MotoGP Hall of Fame Wayne Rainey di posisi kesembilan daftar pembalap dengan podium GP MotoGP terbanyak, dengan total 64 podium.

Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing, yang catatan terbaiknya di Aragon baru sebatas posisi ketujuh pada 2024, berpeluang mencatatkan sejarah unik apabila mampu meraih kemenangan di Aragon.

Seluruh 11 kemenangan pertamanya di MotoGP akan tercatat datang dari 11 lintasan berbeda.

Sementara itu, terdapat lima pembalap yang berpeluang meraih kemenangan perdana MotoGP mereka akhir pekan ini, yaitu Pedro Acosta, Luca Marini, dua rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu, serta rider pengganti Pol Espargaro. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.